Dalam jumpa pers di Istora Senayan, setelah mengalahkan pemain Hong Kong Yip Pui Yin di partai pertama babak perempatfinal Piala Uber, Rabu (14/5/2008), Maria meladeni pertanyaan-pertanyaan wartawan sambil mengompres lututnya dengan es.
Ia mengaku agak cedera pada bagian tubuhnya itu, yang bahkan sudah mulai terasa sebelum turnamen dimulai. Pahanya juga masih dibebat karena sedikit bermasalah sejak dua hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya kesiapannya bertanding di semifinal, ia mengangguk mantap. "Kalau kemarin bisa dan sekarang bisa main, besok juga pasti bisa," ujarnya yang juga mengaku tidak capek karena tidak bermain rubber set.
Tentang Jerman atau Denmark, calon lawan Indonesia di babak empat besar, Maria memilih Jerman, yang tunggal pertamanya adalah Xu Huaiwen.
"Lebih suka ketemu Xu karena Tine Rasmussen (tunggal pertama Denmark) lebih tinggi dan kuat," sebutnya. "Tapi dua-duanya tetap lawan berat."
Dikatakan Maria, kali terakhir ia bertemu Xu adalah di Jerman Open 2006 dan dirinya kalah. Adapun pertemuan terakhirnya melawan Rasmussen terjadi di Piala Sudirman tahun lalu, dan ia juga kalah. (a2s/ian)











































