Permintaan maaf yang ditujukan untuk tim Indonesia dan segenap masyarakat penggemar bulutangkis ini diungkapkan Taufik di konferensi pers pasca pertandingan di Istora Senayan, Jumat (16/5/2008).
"Saya minta maaf untuk tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyesal sekali tidak bisa membawa Indonesia ke final," ucap tunggal kedua 'Merah Putih' ini dengan nada sesal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik mencoba menganalisis mengapa Indonesia gagal melaju ke partai puncak. "Tim ini bagus. Tapi tim bagus tanpa luck. Kami sudah berusaha keras sekali. Lihat tadi Sony (Dwi Kuncoro, tunggal pertama Indonesa) sudah berjuang mati-matian tapi tetap kalah," ujar Taufik.
"Saya tidak mau saling menyalahkan. Ini adalah tim. Tapi saya sebagai pemain siap bila harus menghadapi cercaan atau pertanyaan dari publik. Saya siap untuk itu," kata pemain berusia 27 tahun itu.
Dukungan total yang diperlihatkan sekitar 7.500 penonton yang memadati Istora Senayan tak mampu mengubah peruntungan Indonesia. Padahal di babak-babak sebelumnya, sokongan ini cukup ampuh memberi semangat para pemain untuk meraih poin demi poin. Apakah para pemain terbebani?
"Tekanan dan beban itu pasti ada. Tapi saya senang dan bangga dengan dukungan penonton di sini. Meski kami kalah, mereka tetap memberi semangat. Sebelumnya, saya pernah dimaki penonton, tapi kini tidak. Saya bangga mereka bisa menerima kekalahan ini," tegas Taufik.
Ke depan, Taufik berharap dirinya tidak lagi menjadi ujung tombak di pergelaran Thomas Cup 2010. "Bukan saya tidak mau menjadi pemain Piala Thomas lagi. Tapi kalau bisa ada pengganti saya. Pengganti secara prestasi, pencapaiannya harus lebih baik dari saya. Malu kalau saya masih terpilih," tutup Taufik.
(arp/roz)











































