'Kalah-Menang Yang Penting Teriak!'

'Kalah-Menang Yang Penting Teriak!'

- Sport
Sabtu, 17 Mei 2008 00:06 WIB
Kalah-Menang Yang Penting Teriak!
Jakarta - Dukungan suporter untuk tim Thomas Indonesia sudah tak perlu diragukan lagi tingkat keseriusannya. Beberapa orang suporter bahkan mengaku tak peduli sekali pun "Merah Putih" akhirnya kalah.

Bahwa Istora Senayan selalu ramai akan sorak-sorai para suporter Indonesia, semua orang pasti sudah tahu. Beberapa kali kamera televisi dengan sukses menggambarkan Istora tertutup oleh atmosfer meriah yang diluapkan oleh ribuan fans dengan berbagai macam aribut.

Namun atmosfer yang tak kalah "meriah" juga terjadi di Istora. Hal itu terlihat dari panjangnya antrean sejak siang hari di depan loket tempat membeli tiket dan ramainya orang-orang dengan atribut merah putih berseliweran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian memang beruntung bisa mendapatkan tiket, tetapi tak sedikit juga yang akhirnya harus puas menonton dari luar. "Saya udah nunggu dari siang, antreannya panjang banget. Kalau begini mungkin tiket sudah habis jadinya nonton dari layar saja," ujar seorang suporter yang tidak kebagian tiket. Β 

Panitia memang sudah menempatkan sebuah giant screen di luar Istora dengan harapan penonton yang tidak kebagian tiket tetap bisa menonton. Hasilnya? Suasana menonton dari layar raksasa tersebut ternyata tak kalah ramai dibandingakan dengan yang di dalam stadion.Β Β Β Β Β Β Β  Β 

Beberapa orang yang akhirnya bisa menonton dari dalam mengaku bahwa menyaksikan Taufik Hidayat dkk. berlaga adalah suatu keuasan tersendiri. Mereka rela merogoh kocek untuk sekadar berteriak dan memberikan dukungan serta teriakan lantang kepada tim Thomas Indonesia.

"Ini pertama kalinya saya ke sini. Atas dasar nasionalisme saya mau dukung abang saya berlaga, Taufik Hidayat," tukas seorang penonton bernama Adrianto antusias, setengah berseloroh.

"Kalah atau menang itu 'gak masalah. Yang penting kita teriak dulu," lanjut pemuda berusia 22 tahun itu.

Tim Thomas Indonesia akhirnya memang kalah. Para pebultangkis putra nasional tak mampu membendung kekuatan tim Korea dan akhirnya kandas dengan skor 0-3. Seusai pertandingan pun Taufik meminta maaf kepada seluruh pendukung Indonesia yang sudah mati-matian mendukung mereka.

"Saya minta maaf untuk tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyesal sekali tidak bisa membawa Indonesia ke final," tandasnya.
Β  Β 
Sabtu (17/5/2008), giliran Tim Uber Indonesia yang akan berjuang. Mereka akan memperebutkan gelar juara Piala Uber dengan tim yang sudah lima kali berurutan memenanginya, Cina. Bisa dipastikan dukungan tanpa henti juga akan diberikan kepada Maria Kristin cs. Jika Indonesia berhasil menjuarainya, ucapan terima kasih pun layak diberikan kepada para suporter.

(roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads