Vita/Butet yang diturunkan sebagai ganda pertama di partai kedua final Piala Uber harus mengakui keunggulan Yang Wei/Zhang Jiewen dalam tiga set 15-21, 21-19, 16-21.
Di set pertama, Vita/Butet didominasi lawan dan kalah. Namun di set kedua, mereka berhasil bangkit dan memberi secercah harapan untuk tim Indonesia. Namun mereka gagal memenangi pertandingan karena tunduk di set penentuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vita/Butet sebenarnya menjadi andalan Indonesia untuk mencuri poin. Apalagi Maria Kristin yang menjadi penampil pertama juga harus mengakui keunggulan Xie Xinfang sehingga Indonesia tertinggal 0-1.
"Di set kedua, kami menang angin. Tanpa banyak mengeluarkan tenaga, bola bisa sampai lapangan lawan. Tapi di set ketiga, lawan yang dapat keuntungan, sementara kami tidak siap. Kami lengah dan tidak cukup bisa mengantisipasi hal ini," imbuh duet Vita, Butet.
Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tribun Istora membuat seisi tim Uber bangga. "Kami bangga dan senang ditonton SBY. Tidak ada beban, kok," pungkas Butet.
(arp/roz)











































