Dari awal kejuaraan, tim Uber selalu dipandang sebelah mata. Berbeda dengan rekan-rekan putra mereka yang dinilai berpotensi besar menjadi juara, para Srikandi ini tidak cukup diperhitungkan.
Namun tim Uber berhasil mengubah persepsi publik. Di saat tim Thomas gagal melangkah ke partai puncak karena ditumbangkan oleh Korea Selatan, tim Uber justru sukses ke final meski akhirnya gagal karena dihentikan Cina 0-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bangga dengan adik-adik. Mereka sudah memberi yang terbaik dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Tim ini harus dijaga dan dibina serta tidak lagi dinomorduakan," lanjut Susi.
"Asal punya motivasi dan semangat, mereka bisa. Yang penting adalah mengubah mindset mereka (para pemain putri). Mereka sudah membuktikan bahwa mereka bisa berprestasi," kata mantan ratu bulutangkis Indonesia itu.
Karena sukses melewati target, Susi berharap ada reward yang pantas untuk para pemainnya. "Harus ada penghargaan. Ini bukan soal materi, bukan soal jumlah, tapi sebagai apresiasi. Selain untuk menambah motivasi agar lebih berprestasi, ini juga agar banyak yang makin tertarik bermain bulutangkis," papar Susi lagi.
"Ini baru awal. Tidak butuh waktu lama untuk para pemain kita mengejar ketertinggalan kita dari Cina," tuntas Susi yang mengaku siap untuk menyumbangkan pemikirannya demi perkembangan bulutangkis putri Indonesia ke depannya.
(arp/roz)











































