Baik di Piala Thomas dan Uber, Cina adalah raja dan ratu dalam tiga edisi terakhir. Pencapaian tim putri malah lebih hebat lagi karena mereka berhasil menjurai Piala Uber dalam enam turnamen terakhir. Sebuah pencapaian sensasional yang bak memunculkan image bahwa dunia bulutangkis kini terbungkus rapi dengan bendera Cina.
Mengapa mereka bisa begitu mendominasi dunia bulutangkis dalam beberapa tahun terakhir? Seperti diungkapkan Li Yongbo, ada dua hal. Yang pertama adalah kepintaran pemain-pemain Cina dalam membaca permainan dan yang kedua adalah rasa nasionalisme yang begitu tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai wujud rasa cinta kepada tanah air mereka, titel juara Piala Thomas dan Uber pun mereka persembahkan kepada seluruh rakyat Cina. Apalgi mereka baru saja mengalami bencana gempa bumi.
"Memenangi titel seperti ini selalu menjadi kebanggaan nasional. Kami mempersembahkan titel ini untuk negara kami yang baru saja terkena bencana gempa. Semoga titel ini akan menjadi penyemangat bagi rakyat kami di sana," lanjutnya.
Meski demikian, Yongbo belum bisa memprediksi apakah dominasi Cina tetap akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, termasuk di Olimpiade. Sebabnya, turnamen Piala Thomas kali ini sudah membuktikan bahwa Korea yang sebelumnya belum pernah tampil di final bisa begitu mengejutkan.
"Saya belum tahu apakah kami masih akan dominan dalam beberapa tahun ke depan. Bisa saja dalam dua tahun kami akan mengalami penurunan dan Korea yang menanjak."
"Semuanya masih sangat sulit diprediksi. Siapa saja bisa menang di Olimpiade karena itu merupakan event internasional dan akan banyak pemain hebat di sana. Namun, kemenangan kami kali ini bisa menjadi motivasi tersendiri untuk meraih kesuksesan di sana," tukasnya.
(roz/arp)











































