Kemenangan ini menyempurnakan status Nadal sebagai petenis spesialis lapangan tanah liat karena Hamburg Masters merupakan satu-satunya turnamen Masters clay court yang belum pernah dimenanginya. Sukses ini sekaligus membalas kekalahan atas lawan yang sama di final tahun lalu.
Dalam pertandingan final yang berakhir, Minggu (18/5/2008) malam WIB, Federer mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan. Sang juara bertahan langsung memimpin dengan keunggulan 5-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sengitnya pertarungan dua petenis terbaik itu berlanjut di set kedua, di mana Federer menyamakan kedudukan setelah memetik kemenangan 7-6. Di set penentuan Nadal mampu dua kali mematahkan servis Federer sebelum akhirnya memastikan diri menjadi juara dengan kemenangan 6-3.
"Rafa bermain luar biasa baik sepanjang pekan ini dan di semua turnamen lapangan tanah liat. Sulit bagi kami semua (mengalahkannya), tapi semoga saja ceritanya akan berbeda di Paris," ungkap Federer sesaat setelah menerima tropi seperti diberitakan Yahoosport.
Hamburg Masters merupakan persiapan terakhir buat para petenis sebelum berlaga di Prancis Terbuka yang akan dimulai akhir pekan ini. Buat Nadal, kemenangan ini jelas jadi modal berharga untuk kembali merengkuh tropi juara di satu-satunya seri Grand Slam dengan lapangan clay itu. (din/a2s)











































