Tidak menjadi unggulan di Indonesia Open 2008, Maria secara luar biasa mampu mengandaskan Zhang Ning, unggulan kedua, di semifinal. Dara kelahiran 2 Juni 1985 itu menang 21-14, 20-22, dan 22-20.
"Seneng banget rasanya, karena selama ini kan tunggal putri dipandang sebelah mata," ujarnya dalam konperensi pers di Istora Senayan, Sabtu (21/06/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buat Maria, kemenangan bisa jadi juga mengejutkan dirinya sendiri. Bak masih belum bisa bangun dari mimpi, dia pun lebih sering menjawab pertanyaan wartawan dengan, "Nggak tau, tadi gimana ya?".
Mengingat prestasi tunggal putri yang mandek sejak era Susi Susanti, kemenangan Maria memberikan angin segar dan terasa manis. Saking manisnya, Ketua Umum PBSI Sutiyoso sampai-sampai turun dari tribun dan memeluk Maria.
"Dengan hasil ini paling tidak saya bisa membuktikan-lah, bahwa saya bisa," tandas Maria dengan senyum penuh kebanggaan.
(krs/roz)











































