Murray gagal menunjukkan penampilan memesonanya di perdelapan final saat menumbangkan Richard Gasquet kala bertanding di Centre Court menghadapi Nadal, Kamis (3/7/2008).
Bagi Nadal, kemenangannya itu membuka jalan untuk momen pembalasan dendam atas Federer, mengingat di dua perhelatan sebelumnya selalu kandas dan harus puas sebagai runner up. Satu kemenangan lagi atas semifinalis lainnya, antara Raine Schuettler atau Arnaud Clement, akan mengantar unggulan kedua asal Spanyol itu lolos ke final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga semifinal lainnya akan berlangsung antara Federer melawan Marat Safin. Petenis Rusia itu lolos ke empat besar usai menumbangkan unggulan ke-31 Feliciano Lopez dalam duel empat set 3-6 7-5 7-6 dan 6-3.
Safin mendominasi jalannya duel melawan Lopez dengan mengandalkan serve kerasnya. Total 18 aces dibuatnya, plus 45 servis yang tak mampu dikembalikan petenis Spanyol itu.
Dengan mengandalkan pukulan tersebut, plus bisa 'menjelma' menjadi Nadal, Safin beranggapan dirinya berpeluang untuk tampil di final.
"Untuk bisa mengalahkan Federer, Anda harus menjadi Nadal, terus berlari layaknya kelinci dan membuat pukulan mematikan dari segala tempat. Tapi sepertinya akan sedikit sulit bagi saya untuk mengalahkannya," ungkap Safin seperti dilansir Reuters.
(ian/arp)











































