Dalam pertarungan yang dua kali diselingi hujan dan total berlangsung hampir lima jam, Federer dipaksa menyerahkan mahkota juara yang sudah lima tahun terakhir dia kenakan. Lewat pertarungan dramatis, petenis nomor satu dunia itu menyerah 6-4, 6-4, 6-7 (5-7), 6-7 (8-10) dan 9-7.
Inilah kekalahan keempat Federer atas Nadal sepanjang tahun ini. Dua di antaranya terjadi di final Grand Slam yakni Prancis Terbuka dan Wimbledon dinihari tadi, sementara dua kekalahan lainnya dia alami pada Monte Carlo Masters dan Hamburg Masters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru dua titel dia menangi tahun ini yakni di Estoril Open dan Gerry Weber Open, untuk turnamen yang disebut pertama Federer meraihnya tanpa bersusah payah karena Nikolay Davydenko yang jadi lawannya di final mundur di tengah laga karena cedera.
Total sudah sembilan kali Federer menelan kekalahan di tahun 2008 ini. Beberapa di antara kekelahan tersebut bahkan masuk kategori memalukan seperti saat ditundukkan Andy Murray di babak pertama Dubai Tennis Championships dan dipecundangi Nadal di final Roland Garros dengan 1β6, 3β6, 0β6
"Ini mungkin kekalahan yang paling menyulitkan saya sejauh ini. Lihatlah, Rafa layak jadi juara. Dia bermain dengan fantastis," ungkap Federer usai pertandingan seperti diberitakan AFP.
Dengan serangkaian kegagalan yang sudah dideritanya musim ini, banyak yang menyebut kalau Federer tengah berjalan turun dari puncak kejayaannya. Benarkah demikian?
Beberapa media di Swiss, negara asal Federer, membantah kalau atlet kesayangannya itu mulai menurun. Jika dalam beberapa bulan terakhir petenis 26 tahun itu sering tersungkur bahkan sebelum sampai final, itu karena banyak petenis mengalami perkembangan pesat dan menghadirkan tantangan baru buat sang nomor satu.
"Itu bukan soal kemampuan teknis yang lebih rendah atau karena keterbatasan fisik karena penambahan usia. Roger Federer mungkin kurang brilliant, tapi yang utama adalah dia mendapat tantangan secara talenta dan didominasi oleh intensitas para rivalnya," demikian tulis suratkabar terbita Jenewa Le Temps.
Perjalanan Federer di 2008
Australia Terbuka - Kalah di semifinal oleh Novak Djokovic, 7β5, 6β3, 7β6(5)
Dubai Tennis Championships - Kalah di babak pertama oleh Andy Murray 6β7(6), 6β3, 6β4
Pertandingan eksebisi - Menang atas Pete Sampras 6β3, 6β7, 7β6
Indian Wells - Kalah di semifinal oleh Mardy Fish 6β3, 6β2
Sony Ericsson Open - Kalah di perempatfinal oleh Andy Roddick 7β6, 4β6, 6β3
Estoril Open - Juara setelah menundukkan Nikolay Davydenko 7β6, 1β2
Monte Carlo Masters - kalah di final oleh Farael Nadal 7β5, 7β5
Masters Series Internazionali d'Italia - Kalah di perempatfinal oleh Radek Stepanek 7β6(4), 7β6(7)
Masters Series Hamburg -Β runner up setelah kalah atas NadalΒ 7β5, 7β6(3) dan 6β3
Prancis Terbuka - runner up setelah kalah atas Nadal 1β6, 3β6, 0β6
Gerry Weber Open - Juara
Wimbledon - runner up setelah kalah dari Nadal 4β6, 4β6, 7β6(5), 7β6(8), 7β9 (din/key)











































