"Saya harap di olimpiade bisa kembalikan kepercayaan diri saya. Olimpiade kali ini merupakan olimpiade yang terakhir yang akan saya ikuti. Tapi saya belum akan pensiun dari bulutangkis," kata Taufik dalam konferensi pers Milo School Competition (MSC) di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Rabu (30/7/2008).
Menanggapi sentimen publik tentang penurunan prestasinya, Taufik mengatakan bahwa dalam olahraga tidak ada yang selalu juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat tahun lalu di Athena Taufik berhasil meraih medali emas. Di final ia mengalahkan pemain Korea Selatan, Shon Seung-mo.
Tentang kansnya di Beijing, Taufik menganggap semua lawan berat. Namun ia melihat China sebagai lawan yang layak diperhitungkan dan diwaspadai.
"Semua tim merata. Namun China masih menjadi lawan yang patut diperhitungkan. Apalagi sekarang main di kandang mereka sendiri."
Menanggapi anggapan bahwa dirinya selalu kesulitan ketika bertemu pemain-pemain dari China, Taufik tidak merasa demikian.
"Sekarang kalau ada kata seperti itu karena kita juara. Tapi empat tahun yang lalu mungkin mereka yang mengatakan mereka kesulitan tiap melawan kita," jawab Taufik enteng.
Di tengah penurunan prestasinya, Taufik tetap optimistis akan meraih prestasi dalam olimpiade terakhir yang akan dia ikuti.
Taufik berharap dalam olimpiade 2008 di Beijing nanti akan muncul pengganti dirinya. "Mudah-mudahan di olimpiade nanti muncul yunior-yunior yang berprestasi," katanya (afz/a2s)











































