Seperti diberitakan sebelumnya, Federer memetik kekalahan di turnamen hard court Cincinnati Masters, Jumat (1/8/2008) dinihari WIB. Ia dipaksa menyerah oleh petenis non-unggulan Ivo Karlovic 7-6 4-6 7-6.
Hasil buruk ini bukan kali pertama dipetik Federer. Pekan lalu, juga di lapangan berkharakteristik hard, dia juga tersingkir di babak-babak awal. Saat itu Gilles Simon menjadi penakluk Federer di turnamen bertajuk Rogers Cup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selepas takluk di Cincinnati Masters, banyak pertanyaan muncul terkait dengan performa buruknya itu. Padahal tahun lalu Federer masih menjadi petenis yang menguasai jagad tenis dunia.
"Tak mudah tampil dari lapangan berkarakter lambat ke cepat," Federer berapologi seperti dikutip Reuters. Alasan yang cukup aneh mengingat tahun lalu ia tampil perkasa dari turnamen ke turnamen.
"Tapi saya pernah melawan Ivo di berbagai lapangan dan ia sebenarnya tampil lebih bagus di lapangan yang berkharakter lebih lambat. Tapi apa yang bisa Anda lakukan jika ia melakukan serve yang begitu hebat," sambung Federer.
Sukses Ivo Karlovic membungkam Federer memang tak lepas dari servis mematikan yang dimilikinya. Total, 22 ace ia bukukan. Petenis Kroasia itu kerap meraih winning service, juga tie break.
"Mungkin, bila saya memenangi set pertama, saya akan duduk di sini dan semuanya bakal berbeda. Tapi bukan itu yang jadi faktanya sekarang ini."
Memang bukan, Federer!
(ian/a2s)











































