Nadal merebut titel Wimbledon awal Juli lalu. Gelar ini istimewa karena merupakan titel juara Grand Slam pertama Nadal selain Prancis Terbuka. Melalui pertarungan maraton selama nyaris lima jam, kala itu Nadal sukses mengatasi Roger Federer.
Kesuksesan kedua Nadal adalah ketika ia sukses menggeser Federer dari kursi petenis peringkat satu dunia. Meski akhirnya gagal menjuarai Cincinnati Masters, nama Nadal bakal tetap nangkring di puncak saat peringkat petenis dunia dirilis ATP 18 Agustus nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan sangat menikmati atmosfer Olimpiade. Saya yakin dan saya akan berjuang keras untuk mencoba dan memenangi medali," ujar Nadal sebagaimana diwartakan YahooSport.
Sebagai petenis profesional, hadiah uang yang ditawarkan Olimpiade tidak sebesar Grand Slam atau Masters Series. Tetapi Nadal bangga bisa tampil di ajang multicabang sedunia tersebut.
"Adalah sebuah kehormatan bisa mewakili negara kita. Dan saya sudah tidak sabar untuk ikut serta," katanya.
Di cabang tenis, Nadal ditempatkan sebagai unggulan kedua, di bawah Federer. Meski tahun ini prestasi Federer kurang meyakinkan (sesuatu yang menyebabkan dia kehilangan titel nomor satu yang sudah dipegangnya selama 235 pekan), Nadal menganggap petenis Swiss itu tetap mengancam.
"Seluruh dunia harus terus memandangnya sebagai seorang juara yang luar biasa seperti yang telah ia tunjukkan. Dan Federer tentu saja masih (seorang juara)," tuntas Nadal.
(arp/a2s)











































