Nadal mencanangkan untuk memenangi medali emas Olimpiade, untuk melengkapi titel Wimbledon dan Prancis Terbuka yang sudah diraihnya. Tetapi petenis 22 tahun itu juga berharap kaki-kakinya masih mampu berlari membawanya memenangi partai demi partai.
"Saya sangat lelah tetapi saya pikir semua hal baik-baik saja," kata Nadal dikutip Reuters. "Saya hanya punya satu pekan istirahat semenjak Wimbledon. Sebelumnya, jadwal benar-benar menakutkan. Saya sulit sekali mencari hari untuk istirahat."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bermain baik tetapi juga menjalani banyak pertandingan. Saya masih mengalami jet lag tetapi saya punya beberapa hari untuk memulihkan diri. Semoga saya akan siap dan bisa memberikan yang terbaik," janji Nadal.
Setelah cabang tenis Olimpiade usai 18 Agustus nanti, Nadal akan dinobatkan sebagai petenis nomor satu dunia, menggantikan Roger Federer yang sudah menggenggamnya selama 4,5 tahun terakhir.
Rekan-rekan senegara Nadal yang juga bakal turun di Olimpiade (David Ferrer, Nicolas Almagro dan Tommy Robredo), menyanjung Nadal atas pencapaian tersebut. Namun bagi Nadal, peringkat teratas dunia sama sekali tidak menjadi perhatiannya.
"Itu adalah sesuatu yang sudah saya perjuangkan selama bertahun-tahun, namun sekarang ini bukanlah saatnya bagi saya untuk menikmatinya. Olimpiade itu istimewa dan saya ingin menjalani dan menikmatinya," lugas Nadal.
(arp/krs)











































