Blake, yang di babak sebelumnya mengandaskan Roger Federer, merasa Gonzalez telah merampok sebuah poin yang semestinya dia dapatkan. Akibatnya unggulan kedelapan itu kalah dalam pertarungan yang memakan waktu hampir tiga jam tersebut, Jumat (15/8/2008).
Di set ketiga yang menentukan, saat Blake memimpin 9-8, ia melakukan forehand ke arah Gonzalez di depan net. Bola keluar garis tapi ia yakin berhak mendapat poin karena menyentuh raket lawannya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bermain di Olimpiade, dalam apa yang seharusnya menjadi olahraga laki-laki, itulah saatnya untuk menunjukkan siapa Anda," ujar Blake, yang kalah 4-6 7-5 11-9 setelah sempat memegang tiga kali match point.
"Kita tahu bilamana bola mengenai raket kita. Dan dia tahu itu. Di situlah Anda harus memutuskan siapa Anda. Haruskah aku berharap dia melakukannya? Mungkin tidak," sambungnya seperti dikutip Reuters.
"Adalah mengecewakan jika Anda tersingkir dengan cara begini, ketika Anda tidak hanya kalah di pertandingan, tapi juga kehilangan kepercayaan pada seorang kompetitor yang lain."
Bagaimana pembelaan Gonzelez? Ia mengaku terlalu capek sehingga tidak terlalu yakin apakah bola itu menyentuh raketnya atau tidak, meskipun tayangan ulang di televisi menunjukkan bahwa kegusaran Blake beralasan.
(a2s/key)
