"Pressure-nya sama saja,"ujar Nadal kepada wartawan di Flushing Meadows, New York, Sabtu (23/8/2008). "Jika Anda ingin mencapai tujuan yang sama, maka tekanan pun akan sama saja."
"Aku sangat senang bisa nomor satu. Ini sebuah kepuasan besar setelah lama menjadi nomor dua. Tapi di saat bersamaan tidak ada yang berubah," sambung dia dikutip dari Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tantangan pertama Nadal sebagai pemain nomor satu dunia adalah AS Terbuka. Ia belum pernah juara dunia turnamen grand slam bertipe hard-court ini. Capaian terbaiknya hanya perempatfinal, seperti tahun lalu saat ia dikalahkan kompatriotnya, David Ferrer.
"Ini grand slam terakhir di musim ini. Pastinya ini sangat penting buat pemain manapun," tukasnya. "Kalau bisa bermain bagus di sini, maka aku punya kesempatan untuk bertahan lebih lama sebagai pemain nomor satu dunia."
(a2s/a2s)











































