Dementieva membutuhkan 88 menit untuk mengalahkan pemain tak terkenal dari Uzbekistan, Akgul Amanmuradova, di babak pertama turnamen AS Terbuka hari Senin (25/8/2008). Ia bahkan nyaris kehilangan set kedua sebelum akhirnya menang 6-4 7-5.
Kepada wartawan pers pasca pertandingan, unggulan kelima itu mengatakan dirinya berjuang keras untuk berkonsentrasi. Suksesnya di Beijing diakui masih "mengacaukan" pikirannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Rusia, kalau Anda menghentikan seseorang di jalanan dan menanyakan apa itu grand slam, saya pikir tidak banyak yang tahu. Tapi semua orang tahu Olimpiade. Tak ada yang lebih besar dari itu. Untuk seorang atlet, olahragawan, tak ada yang lebih penting dibanding Olimpiade."
Diapakan medali emas yang ia raih itu? "Saya memegangnya terus selama tiga hari, untuk memastikan bahwa ini bukanlah mimpi. Ini nyata," tukasnya.
Sepanjang karirnya Dementieva belum pernah memenangi turnamen grand slam. Catatan terbaiknya adalah final AS dan Prancis Terbuka 2004. Ia berharap suksesnya di Beijing memberinya keberkahan pula di New York.
"Orang-orang mendatangi saya dan berkata, 'Oh, saya ikut senang untuk kamu', kami selalu kalah di final. Akan luar biasa kalau akhirnya kita bisa memenangi sesuatu yang besar," pungkas pemain berusia 26 tahun itu, dikutip Reuters.
(a2s/ian)











































