Mencontek, Rahasia Kemenangan Nishikori

Mencontek, Rahasia Kemenangan Nishikori

- Sport
Minggu, 31 Agu 2008 14:04 WIB
Mencontek, Rahasia Kemenangan Nishikori
New York - Mencontek tak selamanya jadi sesuatu yang haram dilakukan, di atas lapangan tenis misalnya. Kei Nishikori yang melakukannya saat menghadapi David Ferrer malah bisa memetik kemenangan dan mencatat sejarah.

Dalam pertandingan babak ketiga yang berakhir beberapa jam lalu, Nishikori membuat kejutan besar dengan menundukkan unggulan empat David Ferrer. Lewat pertarungan maraton sepanjang tiga jam 32 menit, Nishikori memetik kemenangan 6-4, 6-4, 3-6, 2-6 dan 7-5.

Hasil tersebut bukan saja menjadi kejutan terbesar di nomor putra AS Terbuka, namun mengukir sejarah tersendiri karena Nishikori kini menjadi petenis putra Jepang pertama yang masuk babak 16 besar AS Terbuka dalam kurun 70 tahun. Hebatnya Nishikori melakukan hal tersebut saat usianya baru 18 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan usia muda dan peringkat ATP yang di posisi 126, rasanya sulit membayangkan Nishikori bisa menundukkan Ferrer yang jadi merupakan penghuni posisi empat dunia. Tapi pemuda yang tinggal di Florida tersebut punya banyak cara untuk bisa mensiasati kondisi sulit yang dihadapinya.

Saat pertandingan sudah berjalan sekitar dua setengah jam, Nishikori yang tengah beristirahat di antara set mengeluarkan sebuah buku kecil berwarna merah dan biru dari tas tennisnya. Di bawah tatapan ratusan pasang mata penonton, dia mulai membaca.

"Saya membaca tentang apa yang seharusnya saya lakukan dalam pertandingan. Seperti berusaha untuk tetap tenang dan jangan terlalu terpancing emosi," ungkap Nishikori di AFP.

Apa yang tertulis di buku tersebut sepertinya dimaknai dalam-dalam oleh Nishikori, yang satu jam kemudian berhasil menyudahi perlawanan Ferrer.

"Sekarang saya sangat bahagia, itu satu-satunya kalimat yang bisa saya katakan. Saya sangat lelah, pergelangan, kaki dan punggung menyiksa dan semuanya terasa sakit sekarang," lanjut petenis yang langsung tumbang di pertandingan perdana Wimbledon 2008 lalu.

Selain menjadi petenis Jepang yang mencapai babak 16 besar sejak 1937, Nishikori juga menjadi petenis termuda yang mencapai babak keempat di Flushing Meadows sejak sukses serupa yang diraih Marat Safin pada 1998. Jika mampu menaklukkan Juan Martin Del Potro di babak selanjutnya, Nishikori akan menyamai rekor Shuzo Matsuoka, satu-satunya petenis tunggal putra Jepang yang mencapai perempatfinal Grand Slam di Wimbledon pada 1995.

"Saya tak mau berpikir soal membuat sejarah, tapi saya tahu kalau Shuzo mencapai perempatfinal di Wimbledon. Dan saya sangat bangga dengan hal itu," pungkas petenis yang selain gemar membaca juga hobi main sepakbola, golf dan mendengarkan musik itu. (din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads