"Kejuaraan itu tidak mudah. Banyak atlet bagus ikut serta di kejuaraan tersebut. Tapi kami optimistis meraih dua medali emas, dari beregu putra dan perseorangan putra," kata pelatih pelatnas taekwondo, Mukhlis, Sabtu (6/10).
Sebelum bertolak ke Korea, sebagian anggota tim taekwondo unjuk kemampuan dengan mempertontonkan atraksi pomsae di ajang Korea-Indonesia Week di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Sabtu sore. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Korea pada 3-7 Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguasaan jurus atlet nasional yang ditampilkan pada acara tersebut, nyaris tidak berbeda jauh dengan tim WTF. Tim demonstrasi WTF yang terdiri dari beberapa atlet juara dunia itu, terakhir kali tampil dalam demonstrasi taekwondo pada Olimpiade London yang baru lalu.
Menurut Sekjen PB TI, Dirk Richard, partisipasi taekwondoin nasional dalam atraksi tersebut merupakan bagian dari pembinaan simultan yang kini terus dilakukan PB TI. Tim pelatnas tersebut saat ini ditangani oleh salah satu pelatih terbaik dunia, Sin Seung Jun.
"Dengan tampilnya tim kita bersama dengan tim demonstrasi WTF, diharapkan dapat mendorong kepercayaan diri atlet nasional. Kemampuan kita tidak kalah dengan mereka. Terbukti dalam demo tersebut, atlet kita mampu mengimbangi dengan baik peragaan jurus bersama tim kaliber dunia," ujar Richard.
(a2s/din)
