Tontowi/Liliyana Harus Puas Jadi Runner-up

Denmark Terbuka Super Series Premier

Tontowi/Liliyana Harus Puas Jadi Runner-up

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Minggu, 18 Okt 2015 21:25 WIB
Tontowi/Liliyana Harus Puas Jadi Runner-up
PBSI/Nafielah Mahmudah
Odense - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak mampu memenuhi ambisinya untuk menjuarai Denmark Terbuka Super Series Premier. Ganda campuran andalan Indonesia itu harus puas menjadi runner-up setelah kalah di final.

Tontowi/Liliyana dikalahkan oleh pasangan Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, pada partai puncak di Odense Sports Park, Odense, Minggu (18/10/2015). Mereka kalah setelah bertarung dalam tiga game yang berakhir dengan skor 22-20, 18-21, dan 9-21 dalam waktu 65 menit.

Tontowi/Liliyana memulai pertandingan dengan baik. Mereka unggul 6-0 di awal game pertama, tapi kemudian tersusul dan skor pun berimbang 6-6. Ko/Kim lebih dulu mendapatkan game point di game ini dalam kedudukan 20-19, tapi Tontowi/Liliyana tak menyerah begitu saja dan berbalik menang 22-20.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di game kedua, Ko/Kim sempat unggul jauh 13-6. Tontowi/Liliyana mencoba menyusul perolehan angka dan berbalik memimpin 16-15. Sayangnya, di poin-poin akhir, Tontowi/Liliyana justru membuat banyak kesalahan dan akhirnya kalah di game ini.

Tontowi/Liliyana antiklimaks di game penentuan. Mereka tertinggal 0-7 di awal dan terus tak bisa mengembangkan permainan. Tontowi/Liliyana akhirnya tak bisa membendung pasangan Korsel dan harus puas jadi runner-up.

"Kami sebenarnya ada kesempatan buat menang straight game. Di game pertama kami menang, kami ada kepercayaan diri lebih. Di game kedua kami juga tertinggal tapi bisa menyusul, tapi kemudian kami terpancing untuk main buru-buru lagi dan kurang kontrol," ujar Liliyana kepada badmintonindonesia.org seusai pertandingan.

"Di game ketiga mau bangkit lagi beberapa kali, tapi kami sudah ketinggalan jauh. Untuk membangkitkan itu agak sulit," tambah Liliyana.

Hasil ini menyamai pencapaian Tontowi/Liliyana sejak tahun 2012. Tontowi/Liliyana menjadi runner-up di Denmark dalam empat tahun berturut-turut.

(mfi/krs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads