Azarenka mengawali musim 2016 dengan impresif setelah menjalani dua tahun yang sulit. Petenis Belarusia berusia 25 tahun itu baru saja menjuarai Brisbane International tanpa kehilangan satu set pun.
Serena memang masih akan dijagokan untuk mendominasi tahun ini, berdasarkan performa apik yang dicatatkannya pada tahun lalu dengan rekor 53-3 termasuk memenangi tiga Grand Slam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak final Italia Terbuka 2013 yang dimenangi Serena 6-1, 6-3, lima dari enam pertarungan terakhir kedua petenis berlangsung sampai tiga set. Yang terakhir terjadi di perempatfinal Wimbledon, di mana Serena mengungguli Azarenka 3-6, 6-2, 6-3.
"Saya pikir dia [Azarenka] adalah pemain yang kita seharusnya bicarakan dan fokus untuk sekarang," kata mantan petenis peraih 18 gelar jaura Grand Slam, Chris Evert, kepada ESPN.
"Dia jelas mencintai Australia, dia pernah memenanginya dua kali. Dia benar-benar bermain dengan baik pada tahun lalu tapi sayangnya dia terus berjumpa dengan Serena. Dia menyaingi Serena lebih besar daripada pemain manapun."
"Dia mestinya menjadi salah satu dari dua atau tiga petenis favorit juara Australia Terbuka. Saya selalu mengira dia punya mentalitas seorang juara," imbuh Evert, yang pernah dua kali berjaya di Australia Terbuka itu.
(rin/mfi)











































