Countdown Asian Games 2018 Habiskan Dana Rp 15 Miliar

Countdown Asian Games 2018 Habiskan Dana Rp 15 Miliar

Mercy Raya - Sport
Selasa, 15 Agu 2017 18:21 WIB
Countdown Asian Games 2018 Habiskan Dana Rp 15 Miliar
Ketua INASGOC Erick Thohir (dok. INASGOC)
Jakarta - Countdown Asian Games 2018 menghabiskan dana Rp 15 miliar. Untuk apa saja?

Countdown alias hitung mundur Asian Games 2018 pada 18 Agustus nanti di Jakarta dan Palembang menghabiskan dana yang tak sedikit. Dana paling besar disebut-sebut untuk menyiapkan panggung pada dua kota penyelenggara itu.

INASGOC membagi dua segmen acara hitung mundur itu. Segmen pertama berupa seremonial yang disiarkan seluruh televisi di Indonesia pukul 19.00 WIB. Sementara, segmen kedua berisi hiburan yang disiarkan di lima stasiun televisi. Di mana hadir sejumlah artis dalam dan manca negara, seperti Raisa hingga personel SNSD, Taeyeon dan Kim Hyoyeon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua kota ini kalau dengan artis bisa sampai 20-30 miliar. Tapi alhamdullilah karena artisnya dapat sponsor, kami bisa menekan cost sampai 50 persen. Artinya pengeluaran sekitar Rp 15 miliar," kata Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

"Memang jika dilihat dari anggaran Asian Games dari sebelumnya (usulan) Rp 8 triliun menjadi Rp 4,5 triliun, bisa dibilang hampir 30-40 persen dipotong dan ini di semua lini. Tetapi jangan juga pemotongan ini menjadi hal yang kontra produktif di mana hasilnya tidak bagus.

"Tapi berpikir bagaimana hasilnya tetap baik tapi dengan budget. Ini akan kami akan presentasikan kepada pihak pemerintah kalau ada kekurangan budget lagi, karena suka tidak suka dibandingkan dengan Incehon 20-30 persen harus beda, karena ini dua kota," ujar Erick.

Dia mencontohkan, jika di hari H saja pihaknya harus menyediakan penerbangan nonstop Jakarta Palembang. Dengan demikian, jumlah anggaran yang dikeluarkan tentu lebih besar.

"Karena CdM harus terbang ke Palembang. Nah, yang seperti ini kan tidak terjadi di Asian Games Inchen 2014. Makanya kami harus cari terobosan dan masih kita cari tahu seperti apa," ucap dia.

(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads