Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha mengatakan masih mencari tiga atlet paralayang yang jadi korban gempa dan tsunami di Palu. Ketiganya adalah Reza Kambey, Serda Fahmi, dan atlet asing Korea Selatan, Lee Dong Jin.
Wahyu mengatakan, dari tujuh atlet yang sebelumnya berstatus belum diketahui, sampai hari ini, tercatat empat orang sudah meninggal. Petra Mandagi dan Glen Monomutu diketahui meninggal pada Senin (1/10). Kemudian Ardi Kurniawan dan Franky Kowas ditemukan meninggal pada hari Selasa (2/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi pagi yang ditemukan Ardi Kurniawan, dan tadi pukul 15.00 waktu Palu ditemukan kembali satu korban meninggal dari Sulawesi Franky Kowas. Dia ditemukan di Hotel Roa Roa," kata Wahyu dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (2/10/2018).
"Franky merupakan pioner olahraga udara di Sulawesi Utara. Dia juga merupakan aktivis arung jeram kegiatan goa. Dengan adanya berita ini tentu kami sungguh sangat kehilangan putra terbaik paralayang," lanjutnya.
Dijelaskan Wahyu, sampai saat ini seluruh pihak masih terus berupaya untuk mencari tiga atlet lainnya yang belum diketahui statusnya.
"Sejak hari Jumat kami sudah hilang kontak dengan 7 atlet ini. Kemudian pada Sabtu, kami kaget lihat Hotel Roa Roa ambruk. Kami belum bisa evakuasi karena alat berat belum ada. Senin baru tiba ada dua alat berat, eskavator. Tapi hari ini ditambah crane mengangkat. Tujuannya untuk menyelamatkan siapa tahu masih ada yang hidup. Tapi dengan adanya 3 eskavator itu percepat untuk pencarian," Wahyu menuturkan.
"Kami juga mengirim Satuan Tugas sebanyak 5 orang dari paralayang Indonesia. Sejak kemarin. Kami di sini menghimpun informasi dan berkoordinasi dengan PB FASI," ucapnya.
(mcy/nds)











































