DetikSepakbola
Selasa 21 Maret 2017, 10:28 WIB

Nainggolan soal Kekecewaan Sempat Ditepikan Timnas Belgia dan Kebiasaannya Merokok

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Nainggolan soal Kekecewaan Sempat Ditepikan Timnas Belgia dan Kebiasaannya Merokok Foto: Getty Images Sport/Carlos Rodrigues
Brussels - Radja Nainggolan sempat kecewa beberapa kali tak masuk tim nasional Belgia. Diyakini hal tersebut tak terlepas dari kebiasaannya merokok.

Nainggolan dalam beberapa kesempatan terakhir memang ditinggalkan oleh timnas Belgia. Sejak terakhir kali masuk skuat saat melawan Spanyol dan Siprus pada September tahun lalu, gelandang AS Roma itu ditepikan di empat laga berikutnya.

Kabarnya pelatih timnas Belgia Roberto Martinez tak menyukai kebiasaan Nainggolan merokok. Tapi pada akhirnya eks manajer Everton itu memanggil kembali pemain 28 tahun tersebut, untuk laga melawan Yunani dan Rusia pada 26 dan 28 Maret ini.

Nainggolan memang seorang perokok dan tak pernah menutup-nutupinya. Eks pelatih timnas Belgia Marc Wilmots pun sampai menyediakan kamar hotel khusus dengan balkon di Piala Eropa 2016 lalu, agar si pemain bisa menikmati hobinya itu tanpa membunyikan alarm dari pendeteksi asap.

Soal sempat ditepikan dari timnas, Nainggolan mengaku kecewa. Tapi dia juga menegaskan tak akan menghentikan kebiasaan merokoknya.

"Saya tak malu karena saya merokok dan saya tak pernah menyembunyikan kebiasaan saya ini. Saya tahu seharusnya saya memberikan contoh yang bagus, saya punya anak-anak," ujar Nainggolan dikutip Football Italia.

"Tapi saya cuma pesepakbola, saya melakukan tugas saya. Semua orang tahu bahwa saya merokok dan saya tak menyembunyikannya, tapi saya tak merasa malu."

"Saya sempat kecewa tak dipanggil ke timnas setelah Piala Eropa yang bagus. Saya adalah seseorang yang secara blak-blakan mengungkapkan perasaan, jadi saya tak pernah merahasiakan kekecewaan saya."

"Pelatih pasti punya alasan-alasannya sendiri tidak memanggil saya waktu itu, tapi sekarang saya memandang ke depan saja," imbuhnya.

Di era Wilmots, Nainggolan memang diberikan keleluasaan. Wilmots tak mempermasalahkan kebiasaan pemain berdarah batak itu selama performanya di atas lapangan oke.

Musim ini di level klub, Nainggolan menjadi kunci permainan Roma. Dia sudah mencetak 12 gol dan empat assist dalam 43 penampilan di seluruh ajang.
(raw/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed