DetikSepakbola
Rabu 14 Maret 2018, 03:57 WIB

Presiden Klub yang Bawa Pistol ke Lapangan Minta Maaf

Yanu Arifin - detikSport
Presiden Klub yang Bawa Pistol ke Lapangan Minta Maaf Presiden klub PAOK Salonika Ivan Savvidis menenteng pistol saat memprotes keputusan wasit di laga melawan AEK Athens. (Foto: Intimenews via REUTERS)
Salonika - Presiden klub PAOK Salonika, Ivan Savvidis, mengutarakan penyesalannya usai menenteng pistol masuk ke lapangan. Ia meminta maaf kepada semua pihak.

Savvidis membuat geger sepakbola Yunani, bahkan dunia, saat PAOK menjamu AEK Athens di Stadio Toumbas, Senin (11/3/2018). Ia masuk ke lapangan untuk protes ke putusan wasit.

Yang membuat heboh adalah Savvidis masuk ke lapangan dengan sepucuk pistol berada di pinggangnya. Pria yang punya usaha di bidang media dan tembakau itu jelas membuat heboh.


Laga pun terpaksa dihentikan. Tak cuma itu, pemerintah langsung menyatakan Liga Yunani juga akan disetop sementara akibat insiden ini, yang membuat sepakbola Yunani pun terancam sanksi internasional dari UEFA dan FIFA.

Di situs resmi klub, Savvidis mengutarakan permintaan maafnya. Tapi ia juga menyinggung jika sepakbola di Yunani benar-benar buruk.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua fans PAOK, Yunani, dan komunitas sepakbola secara global. Saya sangat menyesal atas apa yang terjadi. Jelas, saya tidak punya hak untuk masuk ke lapangan dengan cara seperti itu," kata Savvidis seperti dikutip dari FourFourTwo.

"Reaksi emosional saya disebabkan situasi negatif yang umum terjadi di sepakbola Yunani akhir-akhir ini dan karena semua peristiwa non-teknis yang tidak dapat diterima, yang terjadi menjelang akhir pertandingan PAOK-AEK (tindakan wasit dan ofisial, gangguan pertandingan, protes dan puluhan orang dari kedua tim masuk ke lapangan."

"Semua ini menciptakan situasi buruk di lapangan dan satu-satunya tujuan saya adalah melindungi puluhan ribu penggemar PAOK dari provokasi, komplikasi, dan jatuhnya korban."


"Percayalah, saya tidak berniat campur tangan dengan tim lawan atau wasit. Dan tentu saja saya tidak mengancam siapapun."

"Saya berjuang dan akan terus berusaha, meski ada serangan terus-menerus yang saya terima di semua tingkat, untuk sepakbola yang adil dengan arbitrase yang jujur di semua kompetisi dan untuk memenangi kejuaraan di lapangan ketimbang di meja hijau. Sekali lagi, saya minta maaf," ia menuturkan.



-------------

Dapatkan 10 merchandise menarik dari detikcom, dengan mengikuti survei ini.




(yna/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed