DetikSepakbola
Sabtu 02 Februari 2019, 07:56 WIB

Piala Asia yang Sempurna untuk Almoez Ali

Putra Rusdi Kurniawan - detikSport
Piala Asia yang Sempurna untuk Almoez Ali Almoez Ali jadi top skorer Piala Asia dengan sembilan gol (Francois Nel/Getty Images)
Abu Dhabi - Piala Asia 2019 menjadi panggung bagi Almoez Ali. Tak cuma membawa Qatar jadi juara, Ali juga jadi top skorer dan memecahkan rekor legenda Asia Ali Daei.

Qatar untuk pertama kalinya sukses meraih gelar Piala Asia. The Marron mengalahkan Jepang 3-1 pada laga final di Stadion Zayed Sport City, Uni Emirat Arab, Jumat (1/2/2019) malam WIB

Sepanjang turnamen Qatar memang tampil luar biasa. Mereka mampu mencetak 19 gol dan hanya kebobolan satu gol.




Bintang utama di balik tajamnya Qatar tersebut adalah sang penyerang, Almoez Ali. Penyerang Al-Duhail ini mampu menyarangkan sembilan gol termasuk gol tendangan salto indahnya ke gawang Jepang di laga puncak dan juga empat gol ke gawang Korea Utara di fase grup.

Piala Asia yang Sempurna untuk Almoez AliGol Almoez Ali ke gawang Jepang (REUTERS)


Torehan ini membawanya meraih gelar top skorer serta memecahkan rekor sebagai dengan jumlah gol terbanyak dalam satu edisi Piala Asia.

Rekor ini sebelum dipegang oleh Ali Daei yang mampu mencetak delapan gol di Piala Asia 1996. Makin sempurna ketika Ali juga dinobatkan sebagai pemain terbaik.

"Saya pikir bisalah mencetak beberapa gol tapi bukan sembilan juga," ujar Ali seperti dikutip Reuters.




"Saya kira awalnya paling dua atau tiga, tapi tim sangat membantu saya karena mereka bertahan begitu baik, hanya kebobolan satu gol, jadi saya akan malu jika tak mampu mencetak banyak gol," sambungnya.

"Memecahkan rekor Ali Dae adalah sesuatu yang luar biasa untuk saya."

Ali juga jadi salah satu produk Aspire Academy yang begitu mahsyur di Qatar menghasilkan para pesepakbola terbaik. Kini, Mashoer punya target tinggi lainnya yakni menaklukkan Eropa sebelum tampil di Piala Dunia 2022.

"Tentu saja saya menginginkan main di Eropa karena liga kami di Asia, tidak hanya Qatar tapi seluruh Asia, kita semua tahu tim-timnya lemah dan kita lihat saja di Piala Dunia. Mereka tidak pernah melaju jauh. Selalu tersingkir cepat."

"Saya harap bisa main di Eropa untuk belajar dan kembali ke Doha untuk Piala Dunia 2022," demikian dia.



(mrp/mrp)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed