Klub-klub raksasa Inggris semodel Manchester United, Chelsea, Liverpool, dan Arsenal memang tengah berbicara banyak di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Tengok saja final Liga Champions dalam beberapa musim terakhir, di mana selalu memunculkan tim Inggris sebagai salah satu pelakonnya.
Dukungan finansial serta bertaburnya bintang di dalam skuad mereka relatif membantu pencapaian prestasi tersebut. Di sinilah yang jadi sorotan Lippi. Ia menyebut, klub-klub Inggris terlalu banyak memakai pemain asing dan sokongan dana tersebut datang dari pemilik yang bahkan bukan berasal dari Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga menjadi sorotannya untuk klub-klub besar Italia seperti Inter Milan dan AC Milan. Bahkan pelatih timnas Italia ini lebih salut kepada klubk-klub semenjana seperti Palermo atau Cagliari yang memiliki banyak pemain lokal.
"Apakah ada orang Italia di Inter? Dengan berbagai macam kewarganegaraan mereka dan seorang pelatih asing. Atau mungkin di Milan, meski mereka memiliki beberapa pemain Italia?"
"Mereka adalah klub asal Italia yang tak mempresentasikan sepakbola Italia. Sepakbola Italia adalah Palermo, Cagliari, Genoa atau Chievo, klub yang bermain sepakbola yang bagus, seperti halnya timnas mereka," tukas dia.
(roz/din)











































