Piala Asia

Jepang Jawara Asia

- Sepakbola
Minggu, 30 Jan 2011 00:31 WIB
Doha - Laga final Piala Asia 2011 antara Jepang vs Australia berjalan sengit. Lewat periode perpanjangan waktu, 'Samurai Biru' mengukuhkan dirinya sebagai jawara Asia setelah memetik kemenangan tipis 1-0.

Dalam pertandingan final yang dilangsungkan di Khalifa International Stadium, Sabtu (30/1/2011) malam WIB, Australia sesungguhnya sedikit lebih unggul dari Jepang. Socceroos memiliki banyak peluang mencetak gol hampir di sepanjang laga.

Namun performa gemilang dari Eiji Kawashima di bawah mistar gawang mampu membuat Jepang bebas dari kebobolan. Justru Mark Schwarzer yang harus memungut bola dari gawangnya setelah di menit 109 Tadanari Lee membuat gol cantik dengan tendangan first time dari dalam kotak penalti.

Ini merupakan gelar juara Piala Asia keempat Jepang setelah mereka sebelumnya juga menjadi kampiun di tahun 1992, 2000 dan 2004. Sukses Jepang juga menjadi raihan tersendiri buat pelatih Alberto Zaccheroni yang baru menjabat selama enam bulan.

Jalannya Pertandingan

Menjalani final Piala Asia pertamanya sejak masuk AFC lima tahun lalu, Australia tampil lebih ngotot dibanding Jepang. Tempo tinggi Socceroos dibalas Jepang dengan permainan yang cenderung lambat.

Umpan Brett Holman yang gagal diteruskan menjadi gol oleh Matt McKay di menit kedua menjadi kesempatan pertama yang dimiliki Australia. Tak lama Jepang membalas saat tandukan tak sempurna Kaisuke Honda tempat mengarah ke pelukan Schwarzer.

Di menit-menit selanjutnya Australia terus menekan pertahanan Jepang. Lewat Tim Cahil, Holman dan Harry Kewell skuad besutan Holger Osieck terus membuat fans Samurai Biru dibuat was-was.

Australia lebih dominan dan membuat lebih banyak kesempatan, namun tak satupun berhasil dituntaskan menjadi gol. Babak pertama berakhir 0-0.

Babak kedua berjalan dengan lebih seru karena Jepang mulai lebih agresif membangun serangan. Namun kembali Australia yang lebih dulu menciptakan ancaman saat kemelut terjadi tepat di bibir gawang, dari tayangan lambat terlihat kalau bola urung masuk karena terhadang dada Atsuto Uchida setelah gagal disambar Kewell.

Jepang memiliki kesempatan terbaiknya mencetak gol di menit 66 saat tandukan Shinki Okazaki melenceng tipis dari tiang dekat. Babak kedua laga final ini juga menjadi ajang ujuk kemampuan kiper Eiji Kawashima yang tampil luar biasa mengamankan gawangnya.

Salah satu penyelamatan yang dia buat adalah menghalau sepakan Kewell dalam posisi satu lawan satu di menit 71. Enam menit berselang Kawashima kembali membuat aksi gemilang saat bola yang dikirim Cahill ke bagian atas gawang ditepis dengan satu tangan.

Laga terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan setelah hingga 90 menit masih belum ada gol tercipta. Dan sebagaimana terjadi di periode normal, Australia terus menekan pertahanan Jepang. Sementara Samurai Biru yang terlihat kelelahan karena harus menjalani laga semifinal melalui adu penalti, hanya mengandalkan serangan balik.

Banyak ditekan Jepang justru mampu mencetak gol saat laga masuk menit 110. Tak terkawal di dalam kotak penalti, tendangan voli first time Tadanari Lee merobek jala Schwarzer.

Di sisa waktu pertandingan Australia tak bisa membalas gol tersebut. Jepang pun berhasil meraih gelar juara Piala Asia untuk kali keempat.

Susunan Pemain:

Australia: Mark Schwarzer; Lucas Neill, David Carney, Sasa Ognenovski, Luke Wilkshire, Harry Kewell (Robbie Kruse, 103), Brett Holman (Brett Emerton, 65), Carl Valeri, Matt McKay, Mile Jedinak, Tim Cahill (Neil Kilkenny, 109).

Japan: Eiji Kawashima; Yasuyuki Konno, Yuto Nagatomo, Atsuto Uchida (Masahiko Inoha, 120), Maya Yoshida, Yasuhito Endo, Jungo Fujimoto (Daiki Iwamasa, 56), Makoto Hasebe, Kaisuke Honda, Shinki Okazaki, Ryoichi Maeda (Tadanari Lee, 98).
(din/din)