DetikSepakbola
Jumat 10 November 2017, 13:39 WIB

Pengaruh Buruk Gaya Guardiola ke Bek Italia di Mata Chiellini

Kris Fathoni W - detikSport
Pengaruh Buruk Gaya Guardiola ke Bek Italia di Mata Chiellini Giorgio Chiellini dalam sesi latihan timnas Italia (Foto: Claudio Villa/Getty Images)
Florence - Pep Guardiola belum pernah melatih di Italia. Tapi gayanya disebut Giorgio Chiellini tetap sudah memberi pengaruh buruk ke bek-bek Italia. Chiellini menyebut gaya Guardiola itu dengan Guardiolismo.

Semasa bermain dulu, Guardiola pernah merumput dua musim di Italia dengan balutan seragam Brescia dan kemudian AS Roma. Setelah mulai melatih, ia baru menangani klub di Spanyol, Jerman, dan kini Inggris.

Di klub-klub yang ia latih tersebut, Guardiola sudah memperlihatkan hasil polesan oke. Bukan cuma gaya main yang atraktif, ia juga mampu mengantar timnya meraih banyak trofi. Maka gaya Guardiola untuk timnya pun senantiasa ada di bawah sorotan publik.

Menurut Chiellini, gaya itulah yang pada prosesnya sudah memberi pengaruh buruk ke bek-bek Italia. Andalan Juventus dan Gli Azzurri tersebut menilai para bek Italia saat ini tidak setangguh di masa lalu ketika bertahan.

"Guardiolismo sudah sedikit mengacaukan bek-bek Italia. Kini bek (Italia) memang bisa mengatur irama permainan dan mengoperkan bola, tapi mereka tidak tahu cara mengawal pemain lawan. Sayangnya, begitulah kondisi saat ini," katanya seperti dikutip ESPNFC.

"Semasa saya masih muda, kami ditempa untuk membaca pergerakan lawan yang Anda kawal. Saat ini para pemain bertahan Italia, saya cuma membahas mereka karena saya tidak terlalu fokus ke pemain asing, tak mampu menjaga lawan saat menghadapi umpan-umpan silang."

"Ini disayangkan sekali karena kami sedikit kehilangan DNA kami sendiri dan juga karakteristik yang sudah membuat kami menonjol di dunia," tuturnya.

Pun demikian, Chiellini tetap menyebut bahwa Italia masih melahirkan bek-bek berbakat. Di antaranya ada nama-nama seperti Daniele Rugani, Mattia Caldara, dan Alessio Romagnoli.

"Sekarang kami butuh pemain-pemain berbakat di lini depan, tapi kami juga harus punya di lini bertahan mengingat kami takkan bisa memainkan tiki-taka Spanyol karena itu bukan bagian filosofi kami," ujar bek 33 tahun itu.

"Apa pun, ada sejumlah pemain (bertahan) yang bermunculan: Caldara, Rugani, dan Romagnoli masih harus mendapat pengalaman internasional tapi itu wajar, bahkan beberapa sudah bermain lebih banyak daripada saya ketika seusia mereka," katanya.




(krs/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed