sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 18 Des 2018 12:08 WIB

Mengaku 16 Tahun Padahal 28 Tahun, Pesepakbola India Diskorsing 6 Bulan

Yanu Arifin - detikSport
Logo Indian Super League. (Foto: Internet) Logo Indian Super League. (Foto: Internet)
Jakarta - Gourav Mukhi, pesepakbola asal India, dihukum skorsing selama 6 bulan. Penyebabnya, ia mengaku masih muda padahal usianya sudah tua.

Seperti dilansir The Sun, Mukhi, sempat membuat heboh dunia sepakbola India. Oktober lalu, ia menorehkan sejarah di kompetisi tertinggi yakni Indian Super League (ISL).

Penyerang Jamshedpur FC tersebut mencetak gol penyama skor menjadi 2-2 ke gawang Bengaluru FC dua bulan lalu. Mukhi, yang tercatat masih berusia 16 tahun, diklaim sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah ISL.




Momen itu membuat Mukhi banyak menuai pujian. Salah satunya dari Tim Cahill, mantan pemain Timnas Australia yang pernah memperkuat Everton dan Milwall. "Ini momen terbaik sepanjang hidupmu," kata Cahill kepada Mukhi.

Roda berputar dua bulan berselang. Mukhi kini dihukum Federasi Sepakbola India (AIFF) karena mengelabui identitasnya. Ia ternyata bukan berusia 16 tahun, melainkan jauh lebih tua.

Ada beberapa kejanggalan terkait identitas Mukhi. Selain kumis tebalnya, akun Facebook-nya menulis ia lahir pada 5 April 1999. Sebagai pemain yang mengaku usianya baru 16 tahun, harusnya ia lahir minimal pada tahun 2002.

Selain itu, ada dokumen yang menunjukkan usianya jauh lebih tua. Pada September lalu, Mukhi tertulis di Telegraph India sudah berusia 28 tahun.



"Komite Disiplin Federasi Sepak Bola India (AIFF) menjatuhkan skorsing enam bulan pada pemain Jamshedpur FC Gourav Mukhi dengan segera. Komite Disiplin AIFF menyatakan pemain Gourav Mukhi bersalah atas dasar bukti yang diajukannya, pengakuannya, dan pernyataan Manajer Akademi U-16 AIFF pada tahun 2015," AIFF menyatakan.

AIFF pun meminta registrasi Mukhi dicabut. Ia masih diperbolehkan berlaga dengan menyertakan indentitas yang asli.

"Komite Disiplin AIFF juga mengamati, pendaftaran Gourav Mukhi yang ada, baik dalam Sistem Registrasi Pusat (CRS) maupun Sistem Manajemen Persaingan (CMS) harus dibatalkan dan dicabut dengan segera, dengan kebebasan pada pemain atau klub yang sesuai, untuk menyerahkan dokumen asli yang sah dan valid untuk pendaftaran baru di bawah CRS dan CMS," tambah AIFF. (yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed