Terungkap! Neymar-Nike Pisah gegara Kasus Pelecehan Seksual

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 28 Mei 2021 20:23 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 04: Neymar of Paris Saint-Germain looks on during the UEFA Champions League Semi Final Second Leg match between Manchester City and Paris Saint-Germain at Etihad Stadium on May 04, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Neymar pisah dengan Nike karena kasus pelecehan seksual. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Neymar dan Nike resmi berpisah pada Agustus 2020 lalu. Saat itu tak ada alasan spesifik kenapa kerja sama kedua pihak tersebut berakhir, tapi kini terungkap.

Neymar dan Nike sebelumnya sudah bekerja sama selama 15 tahun. Karier mega bintang asal Brasil itu sudah selalu didukung oleh Nike sejak berusia 13 tahun.

Namun hubungan kerja keduanya tiba-tiba putus pada Agustus 2020 lalu, setelah Neymar dikabarkan mengakhiri kontrak. Saat itu penghentian kerja sama disinyalir karena tak ada kesepakatan terkait perpanjangan kontrak.

Pada prosesnya, penyerang Paris Saint-Germain itu menjalin kerja sama dengan Puma. Nike sempat diduga mengalami kerugian besar akibat berakhirnya kerja sama dengan mantan pemain Barcelona itu, sampai akhirnya terungkap cerita di balik itu.

Perusahaan apparel asal Amerika Serikat tersebut mengungkapkan Neymar menolak bersikap kooperatif, terkait tuduhan kuat dari seorang karyawan atas tindakan tak terpuji sang pemain. Ini diduga menyangkut kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi pada 2016 dan dilaporkan oleh karyawan Nike ke perusahaan pada 2018.

Investigasi digelar, tapi Nike mengungkap tidak ada kesimpulan akhir kasus tersebut. Neymar lewat perwakilannya membantah tuduhan-tuduhan itu dan menegaskan perpisahan dengan Nike dilandasi alasan komersial.

Nike dalam pernyataannya bermain aman dengan tak menyebut spesifik bahwa Neymar melakukan pelecehan seksual. Alih-alih menyatakan bahwa Neymar tak mau bersikap kooperatif terhadap tudingan kuat dari karyawannya.

"Tidak pantas bagi Nike untuk membuat pernyataan yang menuduh tanpa bisa memberikan fakta pendukung. Nike mengakhiri hubungan dengan sang atlet karena dia menolak untuk bekerja sama dalam penyelidikan dengan itikad baik, atas tuduhan yang kredibel dari seorang karyawan," ungkap pernyataan Nike seperti dilansir BBC.

Karyawan yang dilecehkan itu awalnya ingin menghindari investigasi dan merahasiakan kasus. Namun kemudian berkeinginan mengejar tanggung jawab dan Nike menanggapinya dengan menggelar penyelidikan independen.

Nike merahasiakan identitas sang korban karena memahami situasinya begitu sulit untuknya. Neymar juga sempat terjerat tuduhan perkosaan terhadap model Najila Trindade pada 2019, tapi kasus ini dihentikan karena kurangnya barang bukti.

(raw/krs)