Timnya Tolak Berikan Guard of Honour, Juan Veron Diskors 6 Bulan

Timnya Tolak Berikan Guard of Honour, Juan Veron Diskors 6 Bulan

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 29 Nov 2025 06:00 WIB
LA PLATA, ARGENTINA - MARCH 17: Juan Sebastian Veron President of Estudiantes looks on prior a match between Estudiantes and Boca Juniors as part of Group B of Copa de la Liga Profesional 2024 at Jorge Luis Hirschi Stadium on March 17, 2024 in La Plata, Argentina. (Photo by Gustavo Garello/Getty Images)
Juan Sebastian Veron diskors enam bulan karena Estudiantes menolak memberikan. (Guard of Honour Getty Images/Gustavo Garello)
La Plata -

Masih ingat Juan Sebastian Veron? Mantan Gelandang Timnas Argentina itu diskors enam bulan gara-gara ulah tim yang dipimpinnya. Lo, kok bisa?

Veron sudah sembilan tahun menjabat Presiden Klub Liga Argentina Estudiantes La Plata. La Plata adalah tempat kelahiran Veron dan Estudiantes adalah klub pertama pemain berkepala plontos itu.

Lama tak terdengar kabarnya, Veron malah masuk tajuk utama gara-gara tindakan memalukan Estudiantes. Itu bermula saat Estudiantes menjamu Rosario Central di Babak 16 Besar Playoff Clausura akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosario yang dikapteni Angel Di Maria baru dinobatkan sebagai juara Liga Argentina karena punya total poin terbanyak dari Apertura dan Clausura, yakni 66. Keputusan Federasi Sepakbola Argentina (AFA) yang mengubah format liga di tengah musim membuat banyak klub besar.

Sebagai bentuk protes, para pemain Estudiantes membentuk guard of honor dengan membelakangi pemain lawan. Gestur tersebut segera memicu reaksi dan menjadi sorotan publik sepak bola Argentina.

ADVERTISEMENT

Kejadian ini menimbulkan kontroversi dan membuat AFA murka. Setelah melakukan investigasi, AFA menjatuhkan sanksi yang meliputi administratif, larangan bermain, dan denda.

Sanksi terberat dijatuhkan ke Veron yang dilarang terlibat di sepakbola selama enam bulan. Keputusan tersebut merujuk pada Pasal 12 Kode Disiplin AFA, dengan pertimbangan bahwa instruksi melakukan protes berasal langsung dari sang presiden.

AFA menilai aksi ini bukan tindakan spontan, melainkan sudah direncanakan. Sementara para pemain diskors dua pertandingan yang baru berlaku tahun 2026.

Santiago Nunez yang mengenakan ban kapten Estudiantes di laga itu juga dilarang jadi kapten untuk tiga bulan ke depan. Nunez saat itu cuma jadi kapten pengganti karena tiga kapten utama absen.

Selain sanksi terhadap presiden dan pemain, Estudiantes juga menerima denda administratif. AFA menjatuhkan denda setara nilai 4.000 tiket pertandingan umum.

Estudiantes menang 1-0 atas Central dan bertemu Central Cordoba di perempatfinal akhir pekan ini.




(mrp/pur)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads