Pressing merupakan salah satu istilah penting dalam permainan sepakbola. Pengertian pressing dalam sepakbola merujuk pada proses menekan lawan agar tidak memiliki kendali ruang dalam permainan.
Istilah pressing juga dapat diartikan sebagai usaha seorang pemain atau tim untuk menutup celah saat lawan memegang bola.
Jenis-jenis pressing dalam sepakbola perlu dipahami dengan baik untuk membentuk strategi dan menciptakan peluang menang dalam permainan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum pembahasan mengenai jenis-jenis pressing dalam sepakbola dan cara kerjanya. Yuk, simak sampai selesai ya, detikers!
Jenis-jenis Pressing dalam Sepakbola
Melansir dari thefa.com, pressing merupakan tekanan yang diberikan kepada pemain atau tim yang sedang menguasai bola. Keterampilan ini dapat digunakan di seluruh area lapangan dan bertujuan untuk merebut bola kembali, mendikte permainan, dan menunda pergerakan lawan.
Berikut jenis-jenis pressing yang umum dijumpai dalam sepakbola.
1. Deep Pressing (Low Pressure/LowBlock)
Deep pressing atau low pressure yaitu menekan lawan di area pertahanan tim dengan cara menunggu lawan masuk ke area tim terlebih dahulu.
Jenis pressing ini memberikan tim lawan waktu dan ruang dalam memainkan umpan build-up pertama dan mengarahkan bola ke depan.
Dalam menghadapi tekanan itulah tim bertahan akan mencoba mengisi setiap sisi. Saat bola mencapai sepertiga terakhir, pemain bertahan dapat mencegat bola dengan menekan pembawa bola, sebab sepuluh pemain berdiri dengan kompak di depan kotaknya sendiri.
Situasi ini membuat tim yang sedang menyerang acapkali juga terpancing untuk kian maju, meninggalkan ruang-ruang kosong. Hal itulah yang membuat tim pengadopsi deep pressing lazim mengombinasikan gaya mainnya dengan serangan balik cepat atau direct ball, demi mengincar ruang kosong tersebut.
Untuk bisa menerapkan low block dengan baik, para pemainnya dituntut ekstra dalam hal kedisiplinan, fokus, fisik, dan stamina. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal karena para pemain lawan sudah mengepung.
Pressing amat dalam ini sering diterapkan oleh pelatih klub dunia, salah satunya adalah Jose Mourinho yang acapkali dituding "parkir bus" lantaran menerapkan strategi kelewat defensif buat timnya.
Jose Mourinho. Foto: Shaun Botterill/Getty Images |
2. Middle Press (Mid-Block)
Middle Press umumnya digunakan di garis tengah lapangan. Di awal, tim lawan diberikan kesempatan untuk memainkan beberapa operan pertama dan bergerak maju.
Kemudian, pemain bertahan mulai memblokir orang-orang yang terbuka dan memantau jalur yang dilewati tim lawan.
3. High Pressing
Pada high pressing, tekanan yang diberikan di garis permainan yang lebih tinggi. Untuk sebuah tim dengan high pressing, tekanan acapkali sudah dilakukan oleh pemain depan. Otomatis tim lawan, bahkan sedari pemain belakang, tidak diberikan kesempatan untuk mengolah bola terlalu banyak.
Pressing ini membutuhkan lebih banyak energi. Tim yang mengadopsi high pressing akan bikin para pemainnya terus bergerak dalam usaha memenuhi lapangan, menekan lawan, dan memotong jalur operan.
Selain stamina tinggi, yang diperlukan untuk terus mengejar bola sedari lini depan dengan intensitas tinggi, pressing ini membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang solid bagi seluruh pemain. Sistem bisa buyar, salah satunya, jika ada celah bagi pemain lawan untuk mengirim bola dengan instan ke arah sisi lapangan berbeda.
Itulah beberapa jenis pressing dalam permainan sepakbola. Semoga bermanfaat ya, detikers!
---
Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.
(krs/krs)











































