5 Pemain Timnas Putri Iran Cari Suaka Usai Piala Asia

5 Pemain Timnas Putri Iran Cari Suaka Usai Piala Asia

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 10 Mar 2026 02:00 WIB
Timnas Putri Iran tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026. 5 Pemain enggan pulang ke negaranya dan mencari suaka usai menolak menyanyi lagu kebangsaan.
Timnas Putri Iran saat menolak menyanyi lagu kebangsaan. (Foto: Getty Images/Albert Perez)
Jakarta -

Timnas Putri Iran tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026. 5 Pemain enggan pulang ke negaranya dan mencari suaka usai menolak menyanyi lagu kebangsaan.

Petualangan Timnas Putri Iran di Piala Asia berakhir pada Minggu (8/3/2026). Zahra Ghanbari cs tumbang 0-2 dari Filipina dalam laga terakhir Grup A.

Kekalahan ini memastikan Iran finis di posisi buncit Grup A. Pasukan Marziyeh Jafari gagal meraih poin sama sekali setelah sebelumnya kalah dari Korea Selatan (0-3) dan tuan rumah Australia (0-4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden terjadi selepas pertandingan kontra Filipina. Seorang pemain Iran dari dalam bus memberikan sinyal bahaya SOS menggunakan tangannya ke arah penggemar.

ADVERTISEMENT

Tanda itu disinyalir sebagai permohonan bantuan skuad Iran menyusul aksi mereka di laga pertama kontra Korea Selatan. Para pemain kala itu menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran, disinyalir sebagai bentuk penolakan terhadap rezim Republik Islam Iran.

Aksi penolakan menyanyikan lagu kebangsaan para pemain timnas putri mendapat kecaman di Iran. Media yang dikendalikan rezim menyebut protes diam para pemain sebagai 'puncak kehinaan' dan 'pengkhianatan'.

Para pemain Iran selanjutnya menyanyikan lagu kebangsaan sambil memberi hormat pada pertandingan kontra Australia. Aksi itu diduga karena 'paksaan', serta upaya menyelamatkan diri dari tekanan rezim.

Menukil Daily Mail, 5 pemain Iran memutuskan pergi mencari suaka setelah timnya gugur di Piala Asia Wanita 2026. Kelima pemain itu yakni Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh dan Mona Hamoudi.

Kelima pemain ini meninggalkan kamp latihan tim pada Senin (9/3) pagi dan pergi ke safety house yang dikelola Kepolisian Federal Australia dan otoritas lainnya. Kabar ini dikonfirmasi kantor komunikasi Reza Pahlavi, putra mahkota Dinasti Pahlavi yang menentang Republik Islam Iran.

"Pengumuman: Kantor Pangeran Reza Pahlavi telah diberitahu bahwa lima pemain dari tim sepak bola nasional wanita Iran: Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi, telah meninggalkan kamp pelatihan tim dan berhasil mencari suaka di Australia," kantor komunikasi Pahlavi menuliskan di X.

"Kelima atlet pemberani ini, yang saat ini berada di lokasi yang aman, telah mengumumkan bahwa mereka telah bergabung dengan Revolusi Singa dan Matahari nasional Iran," tegasnya.

Singa dan Matahari merupakan simbol negara Iran sebelum pecah Revolusi Islam 1979. Fans menyelundupkan bendera Singa dan Matahari Iran ke stadion selama Piala Asia Wanita 2026 sebagai bentuk penentangan terhadap Republik Islam Iran.




(bay/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads