Trump Soroti Nasib Timnas Putri Iran, Desak Australia Beri Suaka!

Trump Soroti Nasib Timnas Putri Iran, Desak Australia Beri Suaka!

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 10 Mar 2026 04:00 WIB
Donald Trump menyoroti nasib Timnas Putri Iran usai tersingkir dari Piala Asia Wanita 2025. Dia mendesak tuan rumah Australia memberi suaka kepada para pemain.
Timnas Putri Iran di Piala Asia Wanita 2026. (Foto: Albert Perez/Getty Images)
Jakarta -

Donald Trump menyoroti nasib Timnas Putri Iran usai tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026. Dia mendesak tuan rumah Australia memberi suaka kepada para pemain.

Iran gugur di fase grup Piala Asia Wanita 2026. Pasukan Marziyeh Jafari finis sebagai juru kunci Grup A usai kalah 0-2 dari Filipina, Minggu (8/3).

Seorang pemain Iran memberi sinyal SOS dengan tangannya dari dalam bus kepada fans selepas pertandingan kontra Filipina. Tanda itu disinyalir sebagai permohonan bantuan setelah apa yang mereka lakukan pada pertandingan pertama Piala Asia Wanita 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skuad Iran saat itu menolak menyanyikan lagu kebangsaan dalam matchday pertama kontra Korea Selatan. Aksi itu dianggap sebagai 'pengkhianatan' bagi rezim berkuasa Republik Islam Iran.

ADVERTISEMENT

5 Pemain memutuskan cabut dari kamp latihan Timnas Putri Iran pada Senin (9/3) pagi waktu setempat. Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh dan Mona Hamoudi kabur mencari suaka ke safety house di Australia.

Para penggawa Iran yang tersisa kini dihantui hukuman dan persekusi apabila kembali ke negaranya. Kondisi itu mendapat reaksi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta suaka diberikan kepada The Lionesse.

"Australia melakukan kesalahan kemanusiaan yang mengerikan dengan mengizinkan tim nasional sepakbola putri Iran dipaksa kembali ke Iran, di mana mereka kemungkinan besar akan dibunuh," Trump menuliskan di X.

"Jangan lakukan itu, Tuan Perdana Menteri (Anthony Albanese), berikan suaka. AS akan menerima mereka jika Anda tidak mau. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden DONALD J. TRUMP," tegasnya.

Amerika Serikat dan Israel saat ini terlibat konflik militer dengan Iran. Serangan AS yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury ini menewaskan banyak pemimpin utama Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.




(bay/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads