Pernyataan Donald Trump agar Iran tak main di Piala Dunia 2026 membuat FIFA kena rujak. Badan sepakbola dunia itu diingatkan pernah menghukum Indonesia.
Trump angkat suara soal Timnas Iran, yang sempat menyatakan siap mundur dari Piala Dunia 2026. Presiden Amerika Serikat itu mengatakan keselamatan Team Melli bisa saja terancam andai.
"Tim Nasional Sepakbola Iran dipersilakan ke Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan hidup mereka sendiri," tulisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu bertolak belakang dari FIFA, yang justru sempat menjamin keselamatan Iran di Piala Dunia 2026. Bahkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, membawa nama Trump dalam pernyataannya.
"Kami juga membahas situasi terkini di Iran, dan fakta bahwa tim Iran telah lolos untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan lagi bahwa Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat," kata pernyataan FIFA lewat Infantino.
"Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya, dan saya dengan tulus berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat atas dukungannya, karena ini sekali lagi menunjukkan bahwa Sepak Bola Menyatukan Dunia," jelasnya.
Pernyataan terbaru Donald Trump dinilai jadi bentuk pengusiran halus ke Iran untuk tidak bermain di Piala Dunia 2026. Hal itu bikin FIFA diingatkan banyak pihak, bahwa mereka pernah menghukum Indonesia karena sikap serupa.
FIFA pernah membatalkan status tuan rumah Indonesia untuk menggelar Piala Dunia U-20 pada 2023. Gara-garanya Indonesia menolak keikutsertaan Israel saat itu.
Kini, Trump dianggap juga melakukan aksi boikot kepada Iran. Pernyataan itu diambil karena AS memang sedang perang dengan Iran. Alhasil, FIFA disindir Netizen untuk berani mencabut status tuan rumah AS di Piala Dunia 2026, sama seperti ketika menghukum Indonesia beberapa tahun lalu.
"Indonesia dicabut haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah seorang gubernur menolak menerima tim nasional Israel. Di sini, presiden negara tuan rumah secara langsung mengancam negara yang telah lolos kualifikasi. Kita lihat saja alasan apa yang akan dikemukakan Infantino untuk menjelaskan hal ini," sindir akun X @Felogolero.
"Inilah orang yang diberi "Penghargaan Perdamaian" oleh @FIFAcom! Bandingkan semua ini dengan apa yang dilakukan FIFA terhadap Indonesia pada tahun 2023, ketika Indonesia-yang semula akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun itu-menolak keikutsertaan Israel dalam turnamen tersebut," tulis akun @toi_rohanA.
"Saya ingat Indonesia dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 karena mereka tidak mau menerima kehadiran Israel, jadi FIFA seharusnya melakukan hal yang sama terhadap AS, tapi mereka tidak akan melakukannya π« ," tulis akun @Ivoirinho.
"Ingat, Indonesia dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023, karena mereka tidak mengizinkan Israel ikut serta dalam turnamen tersebut. Kita tahu Infantino akan mendengarkan perintah ayahnya, Trump, karena dia tidak punya nyali untuk melakukan apa pun," sindir akun @talks_michael.
(yna/ran)











































