Senegal tidak terima dengan keputusan Federasi Sepakbola Afrika (CAF) mencabut gelar Piala Afrika mereka. The Lions of Teranga mau mengarak-arak trofi itu.
CAF membatalkan gelar juara Senegal di Piala Afrika 2025 2 bulan setelah turnamen selesai digelar. Titel kampiun diserahkan kepada Maroko selaku runner-up dan tuan rumah.
Pencabutan gelar dilakukan karena Senegal dianggap bersalah usai melakukan aksi walkout pada saat injury time babak kedua. Pasukan Pape Thiaw kala itu protes sebab wasit memberi Maroko tendangan penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senegal pun geram dengan keputusan CAF mencabut gelar mereka. Senegal resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Selasa (24/3/2026).
"Menghadapi apa yang bisa dibilang sebagai perampokan administratif paling terang-terangan dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga kita, Federasi Sepakbola Senegal (FSF) menolak untuk menerima ini sebagai sesuatu yang tak terhindarkan," kata presiden FSF Abdoulaye Fall, dilansir dari Sky Sports.
🚨🚨| Senegal plan to 𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐄 the AFCON trophy before their game against Peru in Paris on Saturday, as the federation's president vows a "crusade" against the decision to strip them of the title. 🚌🏆
— CentreGoals. (@centregoals) March 26, 2026
[@BBCSport] pic.twitter.com/kIfJEpfZqy
Timnas Senegal berjanji melakukan segala cara melawan keputusan CAF mencabut gelar mereka. Salah satunya dilakukan dengan melakukan arak-arakan trofi sebelum pertandingan persahabatan kontra Peru di Prancis, Sabtu (28/3).
Arak-arakan itu rencananya berlangsung selama 15 menit sebelum laga Senegal vs Peru di Stade de France, Paris. Aksi ini sekaligus jadi pesan penolakan The Lions of Teranga atas keputusan CAF di hadapan umum.
(bay/mrp)










































