Spanyol Vs Mesir Diwarnai Chant Anti-Muslim, RFEF dan Pelatih Mengecam

Spanyol Vs Mesir Diwarnai Chant Anti-Muslim, RFEF dan Pelatih Mengecam

Kris FW - Sepakbola
Rabu, 01 Apr 2026 14:00 WIB
Soccer Football - International Friendly - Spain v Egypt - RCDE Stadium, Cornella de Llobregat, Spain - March 31, 2026 Egypt players react after the match REUTERS/Albert Gea
Laga Spanyol vs Mesir. Foto: REUTERS/Albert Gea
Jakarta -

Laga uji coba antara Timnas Spanyol dan Mesir diwarnai insiden tak menyenangkan. Sejumlah suporter kedapatan melontarkan chant bernada anti-Muslim dalam pertandingan yang berakhir imbang 0-0 itu, Selasa (31/3) waktu setempat.

Sebagaimana dilansir ESPN, insiden terjadi di babak pertama ketika berulang kali terdengar nyanyian bernada xenofobia dari tribun penonton. Pihak stadion pun langsung mengambil tindakan tegas.

Pada jeda pertandingan, layar besar di stadion menampilkan pesan peringatan yang juga dibacakan oleh announcer di RCDE Stadium, kandang RCD Espanyol, tempat laga Spanyol vs Mesir dimainkan. Pesan itu meminta para suporter untuk menghentikan segala bentuk nyanyian atau ucapan yang bersifat diskriminatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, situasi belum sepenuhnya kondusif. Memasuki awal babak kedua, peringatan kembali diulang, meski justru mendapat respons siulan dari sebagian penonton.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, ketegangan sudah terasa sejak sebelum laga dimulai. Lagu kebangsaan Mesir disambut siulan keras, disertai chant "MusulmΓ‘n el que no bote" yang secara kasar berarti "Kalau tidak melompat, berarti Muslim".

Aksi tidak pantas serupa juga muncul saat beberapa pemain Mesir melakukan gestur sujud dan mencium tanah lapangan saat jeda half time - yang kembali direspons dengan siulan dari tribun.

Kecaman dari RFEF dan Pelatih Timnas Spanyol

Federasi Sepakbola Spanyol, Royal Spanish Football Federation (RFEF), bergerak cepat menyikapi kejadian tersebut. Melalui media sosial, mereka mengecam keras aksi tersebut.

"RFEF menentang segala bentuk rasisme dalam sepakbola dan mengutuk setiap tindakan kekerasan di dalam stadion," tulis pernyataan resmi mereka.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente juga angkat bicara usai pertandingan. Ia mengaku muak dengan tindakan diskriminatif yang terjadi.

"Saya sangat jijik dan menolak segala bentuk xenofobia atau rasisme-itu benar-benar tidak bisa ditoleransi," tegasnya dalam konferensi pers.

Menurutnya, langkah pihak stadion menampilkan peringatan sudah tepat. Ia juga menilai pelaku chant tidak mencerminkan nilai-nilai sepakbola.

"Mereka itu memalukan. Untungnya, mayoritas penonton justru menyiuli mereka. Mereka bukan representasi sepakbola," lanjutnya.

Mesir sendiri merupakan salah satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Selain itu, salah satu pemain starter Spanyol di laga ini, Lamine Yamal, juga beragama Islam. Winger muda Barcelona itu diketahui memiliki darah Maroko dari sang ayah dan baru saja menjalani ibadah Ramadan bulan lalu.

Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia musim panas mendatang. Spanyol tergabung di Grup H bersama Cape Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. Sedangkan Mesir akan bersaing di Grup G menghadapi Belgia, Selandia Baru, dan Iran.

(krs/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads