'Kalau Yamal dan Musiala Orang Italia, Mungkin Mainnya di Serie B'

'Kalau Yamal dan Musiala Orang Italia, Mungkin Mainnya di Serie B'

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 06 Apr 2026 05:29 WIB
Musiala (kiri) dan Yamal saat berlaga di perempat final Piala Eropa 2024 antara Jerman dan Spanyol.
Musiala (kiri) dan Yamal saat berlaga di perempat final Piala Eropa 2024 antara Jerman dan Spanyol. Foto: Getty Images/Mika Volkmann
Jakarta -

Legenda Timnas Jerman Jurgen Klinsmann juga angkat bicara mengenai kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026. Ia menyoroti minimnya kepercayaan klub-klub papan atas Serie A kepada para pemain muda potensial dalam negeri.

Italia tak lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina di final playoff pada 31 Maret lalu. Ini menjadi kegagalan ketiga secara beruntun bagi Gli Azzurri setelah 2018 dan 2022.

Salah satu poin yang dikritisi menyusul kegagalan itu adalah sektor pemain muda. Italia sebetulnya tak kekurangan bakat, terbukti dengan gelar yang diraih timnas kelompok umur mereka dalam beberapa tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari juara Piala Eropa U-19 pada 2023, lalu menjadi runner-up Piala Dunia U-20 pada 2023, hingga juara Piala Eropa U-17 pada 2024. Pembinaan pemain muda Italia tidaklah buruk. Namun yang jadi sorotan adalah minimnya kesempatan.

ADVERTISEMENT

Hanya sedikit pemain muda yang diberi kesempatan oleh tim-tim besar untuk berlaga di level senior. Sisanya dikirim ke Serie B atau Serie C untuk mendapat menit bermain. Ini merupakan 'penyakit lama' yang tak kunjung disembuhkan.

Akibatnya, ada kesenjangan yang terjadi antara pemain muda Italia dan pemain muda dari negara Eropa lainnya macam Spanyol, Prancis, atau Jerman. Saat mereka bertabur bintang muda yang bermain di level elite, Italia justru paceklik.

16 March 2026, Bavaria, Munich: JΓΌrgen Klinsmann attends the premiere of the documentary Klinsmann menyoroti minimnya para pemain muda Italia yang mendapat kesempatan di tim-tim Serie A. Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance

"Italia menanggung akibat dari kurangnya sosok pemimpin, kurangnya pemain yang mampu menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu, dan kurangnya kepercayaan pada pemain muda," kata Klinsmann kepada Corriere dello Sport.

"Di Italia, (Lamine) Yamal dan (Jamal) Musiala mungkin akan dikirim ke Serie B untuk mendapatkan pengalaman."

"Banyak pelatih masih bekerja dengan tujuan untuk tidak kalah daripada menang dengan segala cara. Dan inilah hasilnya," jelas eks Inter Milan dan Sampdoria yang pernah memenangi Piala Dunia 1990 tersebut.




(adp/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads