Omar Artan adalah salah satu dari 52 wasit yang terpilih untuk bertugas di Piala Dunia 2026. Pria berusia 34 tahun itu tiba di Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah, menggunakan pesawat terbang dari Turki pada Senin (8/6).
Apes buat Artan, kedatangannya di Bandara Internasional Miami mendapat penolakan. Dia tak diizinkan masuk ke AS meski memiliki visa yang sah, serta jaminan diplomatik dari Kedutaan Besar Somalia di Kenya.
Tidak diketahui secara jelas alasan penolakan Artan masuk ke AS. Otoritas justru mendeportasinya kembali ke Turki, membuatnya terancam gagal bertugas di Piala Dunia 2026.
Penolakan Artan ke AS disinyalir karena statusnya sebagai warga negara Somalia. Negara tersebut masuk daftar larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia Ciise Aden Abshir angkat bicara atas kasus yang menimpa Artan. Dia mengecam penolakan terhadap sang juru adil di AS.
"Omar Artan adalah salah satu wasit paling dihormati di Afrika dan pantas mendapatkan dukungan dari seluruh komunitas sepakbola," kata Ciise Aden Abshir, dilansir dari France 24.
🚨❗️ Named by FIFA to officiate during the World Cup, Omar Artan from Somalia was denied entry to U.S. territory
— World Cup HQ (@WorldCup26HQ) June 8, 2026
Due to difficulties in obtaining a visa, he benefited from the support of the Somali embassy, which enabled him to obtain a diplomatic passport
Insufficient for the… pic.twitter.com/FHvKRGrPaP
"Menolaknya masuk ke Amerika Serikat dan mencegahnya memimpin pertandingan yang dijadwalkan tidak hanya merugikannya secara pribadi tetapi juga merusak komitmen sepakbola terhadap keadilan, prestasi, dan semangat fair play," tegasnya.
Omar Artan sudah memegang lisensi wasit FIFA sejak 2018 dan jadi juru adil asal Somalia pertama yang bertugas di Piala Dunia. Dia dinobatkan sebagai wasit pria terbaik oleh Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) pada 2025.
Saksikan Live DetikPagi :
(bay/rin)
