Amerika Serikat dapat banyak kecaman karena menerapkan ketatnya perizinan masuk tim-tim Piala Dunia 2026. FIFA pun tidak bisa berbuat banyak.
Jelang Piala Dunia 2026, sorotan tertuju ke Amerika Serikat selaku salah satu tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada. Mulanya, isu perizinan bagi tim-tim yang main di sana diyakini akan ketat dan sulit. Akhirnya, kejadian!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak tahun lalu, Amerika Serikat sudah umumkan akan seleksi ketat visa para tim peserta Piala Dunia 2026. Untuk diketahui, 11 Kota di AS bakal selenggarakan laga Piala Dunia dengan total 78 pertandingan dari 104 laga.
AS memberlakukan seleksi ketat para tim Piala Dunia demi alasan keamanan nasional dan membatasi imigran gelap. Suporter Haiti dilarang datang, karena negaranya masuk daftar hitam pemerintah AS.
Selain itu, 14 negara lain dipantau ketat suporternya. Teranyar, para fotografer Timnas Irak dilarang masuk meski sudah mendarat di Negeri Paman Sam!
BBC melansir, ada 40 persen visa ditolak dari suporter sembilan negara peserta Piala Dunia di AS. Itu adalah Senegal, Ghana, RD Kongo, Yordania, Cape Verde, Uzbekistan, Aljazair, Mesir, dan Ekuador.
Para pemain Timnas Iran pun harus jalani pemeriksaan ketat berjam-jam. Striker veteran, Aymen Hussein habiskan waktu tujuh jam di Bandara Chicago untuk pemeriksaan.
Geopolitik panas antara Iran dan AS plus Israel jadi penyebabnya. Suporter Iran pun diperkatat masuknya, AS nggak mau ambil risiko ada orang-orang yang terafiliasi Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Wasit Somalia, Omar Artan pun dilarang memimpin laga Piala Dunia 2026. Omar sudah tiba di sana dan tidak lolos dari pemeriksaan!
Padahal, Omar adalah wasit terbaik Afrika 2025. Selain itu, viral di sosial media kalau para pemain Uzbekistan sempat jalani pemeriksaan berjam-jam dengan cara tidak menyenangkan. Mereka harus menjauh dari barang bawaan.
Omar Artan (Foto: FIFA via Getty Images/Hector Vivas - FIFA) |
Mulanya, FIFA menyambut semua negara datang ke Piala Dunia 2026. Namun dengan situasi yang terjadi, seperti dilansir dari AFP, FIFA tampaknya tidak bisa berbuat banyak dengan keputusan dari pemerintah AS.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa," kata salah seorang juru bicara FIFA.
"Sesuai dengan acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka," tutupnya.
(aff/krs)

