Wasit asal Somalia Omar Artan gagal bertugas di Piala Dunia 2026 usai visanya ditolak Amerika Serikat. FIFA tetap membayar gajinya secara penuh.
Artan dicegah masuk ke AS usai tiba di Bandara Miami beberapa hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026. Dia diinterogasi selama 11 jam sebelum dikirim balik ke Turki.
Kondisi itu menyebabkan Artan tak bisa bertugas di Piala Dunia 2026. Pria berusia 34 tahun itu padahal terpilih jadi salah satu wasit untuk gelaran terakbar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS menolak visa Artan karena dugaan keterlibatan sang wasit dengan organisasi teroris Al Shabaab. Wasit terbaik Konfederasi Afrika (CAF) 2025 ini selanjutnya pulang ke Somalia dan disambut bak pahlawan di sana.
"Saya memiliki dokumen yang lengkap dan semuanya. Saya memiliki visa yang benar," kata Artan usai ditolak masuk AS.
"Saya hanyalah seorang wasit yang mencoba mewujudkan mimpinya, mimpi terbesar dalam hidup saya, untuk datang ke Piala Dunia," ujarnya.
🚨🚨| JUST IN: FIFA will pay 𝐅𝐔𝐋𝐋 𝐒𝐀𝐋𝐀𝐑𝐘 to Somali referee Omar Artan after he was denied entry to the USA for the World Cup. 🇸🇴
— CentreGoals. (@centregoals) June 14, 2026
FIFA has committed to paying Artan the full salary he was due to receive during the tournament.
[@BBCSport] pic.twitter.com/TO5jtVQjw9
Menukil BBC, FIFA tetap berkomitmen membayar gaji Artan meskipun tak bertugas di Piala Dunia 2026. Para wasit tidak mengetahui biaya sebenarnya yang mereka terima untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia, yang dibayarkan setelah turnamen berakhir.
UEFA sebelumnya juga memberi apresiasi buat Omar Artan. Dia diundang untuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa antara Paris Saint-Germain kontra Aston Villa di Austria pada 12 Agustus 2026.
(bay/raw)
