Sorotan tajam tertuju pada Brasil usai ditahan Maroko 1-1 pada laga pertama di East Rutherford akhir pekan lalu. Gol indah Vinicius Junior menyelamatkan juara dunia lima kali itu dari kekalahan usai tertinggal lebih dulu.
Brasil dinilai kesulitan membongkar pertahanan Maroko. Mereka bahkan juga sering ditekan. Usai laga, pelatih Carlo Ancelotti mengakui ada kegugupan yang menyelimuti timnya hingga sulit bermain lepas.
Sebagai tim dengan koleksi gelar terbanyak di Piala Dunia dan memiliki sejarah kuat di sepak bola, tak bisa dipungkiri bahwa ekspektasi publik untuk Brasil amat tinggi. Tak jarang hasil mengecewakan berujung kritikan dan cibiran tajam.
Namun Rodrygo, yang absen di Piala Dunia 2026 karena cedera ACL, meminta rekan-rekannya agar bisa fokus mengejar kemenangan. Komentar pihak luar terkadang sulit disaring, namun yang terpenting adalah tetap mengerahkan segala upaya di lapangan.
"Piala Dunia menghadirkan tantangan yang tidak seperti kompetisi lainnya. Skenario terus berubah, dan hampir tak ada yang pasti. Jika segala sesuatunya tak berjalan sesuai rencana di laga pertama, bukan berarti laga selanjutnya akan mengikuti pola yang sama. Begitu pula kemenangan besar tak menjamin laga berikutnya akan lebih mudah atau performa akan tetap konsisten," tulis Rodrygo dalam kolomnya di The Guardian.
Rodrygo (kanan) saat memperkuat Brasil di kualifikasi Piala Dunia 2026. Foto: DANIEL RAMALHO/AFP |
"Para pemain tak kebal terhadap komentar di media sosial. Saya percaya pada filter: sebuah proses memisahkan apa yang relevan, apa yang layak mendapat tanggapan atau pertimbangan dari apa yang hanya sampah, yang bertujuan untuk menyakiti dan tak sesuai kenyataan."
"Rutinitas harian seorang pemain di Piala Dunia melibatkan pengabdian waktu yang sangat besar untuk profesi tersebut. Namun, pemain adalah manusia yang berkomunikasi - meskipun hanya secara online - dengan teman, keluarga, kontak profesional, dan sesama pemain. Akibatnya, komentar media sosial dapat dengan mudah sampai kepada mereka melalui saluran-saluran tersebut."
"Di antara pesan-pesan yang diterima, mungkin ada konten yang menyebabkan kesulitan atau memicu stres. Seorang pemain adalah manusia yang dapat terpengaruh oleh foto, video, atau komentar tersebut - sama seperti orang lain. Kami tidak berusaha keras untuk mencarinya atau membacanya; sebagian besar pemain tidak aktif mengecek komentar dan memiliki tim pendukung yang menangani proses penyaringan."
"Namun, terkadang, banyaknya komentar tersebut membuat beberapa ada yang sampai kepada kami. Maka fokus harus tetap pada performa di lapangan. Terserah kepada pemain untuk memastikan bahwa performa di lapangan-lah yang benar-benar berbicara paling lantang," jelas Rodrygo.
Brasil akan menghadapi Haiti di Philadelphia pada Sabtu (20/6) pukul 07.30 WIB. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.
(adp/aff)

