Erling Haaland menjadi mimpi buruk Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Brasil Carlo Ancelotti mengakui keunggulan Haaland justru bukan di kekuatan dan kecepatannya.
Langkah Brasil di Piala Dunia 2026 dihentikan Norwegia di babak 16 besar. Selecao kalah 1-2 dalam pertandingan yang digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (6/7/2026) dini hari WIB.
Haaland memborong dua gol dalam pertandingan ini. Striker Manchester City itu membobol gawang Alisson Becker pada menit ke-79 dan 90.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang pertandingan, Haaland tercatat hanya melepaskan empat termbakan. Dari tiga tembakan yang mengarah ke gawang, dua di antaranya menjadi gol.
Baca juga: Super Haaland Kembali Beraksi |
Ancelotti menyebut bukan kekuatan dan kecepatan yang membuat Haaland jadi pemain yang berbahaya. Ia menilai striker berusia 25 tahun itu pintar dalam hal timing atau pemilihan waktu.
"Dia tidak membuang energi dengan mengejar setiap bola atau bergelut dengan bek selama 90 menit. Dia mempelajari mereka, dia menunggu, dia paham betul kapan bek kehilangan konsentrasi," ujar Ancelotti seperti dilansir Al Jazeera.
"Lalu, dalam satu detik, dia hilang. Anda bisa menahannya secara sempurna selama 89 menit, tapi sepakbola itu ditentukan oleh momen, dan (Haaland) mungkin yang terbaik di dunia dalam hal mengenali momen-momen itu."
"Itulah kenapa para pemain bertahan benci menghadapinya. Anda berpikir sudah mengendalikannya di sepanjang pertandingan, dan tiba-tiba, dia merayakan gol lagi," katanya.
(nds/krs)
