Roberto Martinez tinggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Portugal usai tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski begitu, ia tak merasa gagal karena telah berjuang maksimal.
Portugal angkat koper dari Amerika Serikat usai kalah dramatis 0-1 dari Spanyol dalam laga yang berlangsung di Dallas Stadium, Selasa (7/7) dini hari WIB. Gol Mikel Merino di injury time babak kedua menghentikan langkah Cristiano Ronaldo dkk.
Usai laga, Martinez langsung mengumumkan bahwa itu adalah tugas terakhirnya bersama Portugal. Ia menilai sudah waktunya Selecao das Quinas dilatih sosok baru yang bisa memberi perubahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Cristiano Ronaldo Tunggu Kepalanya Dingin |
"Saya bangga. Saya telah menjalani 45 laga, dan saya merasa diterima dan dicintai di Portugal. Ini adalah kenangan yang akan selalu saya bawa," ujar Martinez, dikutip ESPN.
"Ini adalah suatu kesenangan, sumber kebanggaan, dan tanggung jawab. Ini sulit, tetapi ini adalah akhir dari sebuah siklus dan dalam konteksnya, ini sangat masuk akal."
Meski sukses menyumbang gelar UEFA Nations League 2025, namun Roberto Martinez tak kuasa membawa Portugal melaju jauh di ajang sekelas Piala Dunia. Meski begitu, ia tak menganggap dirinya gagal.
Baca juga: Inikah Pelatih Timnas Portugal yang Baru? |
"Kami tak gagal. Kami kalah dalam satu laga, melawan salah satu tim favorit (juara). Kami menunjukkan bakat individu yang luar biasa. Menang atau kalah dalam laga besar, melawan tim-tim besar, adalah tentang detail... Anda (dicap) gagal ketika Anda tidak berusaha untuk menang, dan kami berusaha untuk menang hingga menit terakhir," lanjut Martinez.
"Bukan hanya Portugal. Tidak banyak negara yang secara konsisten mencapai tahap akhir Piala Dunia. Sangat sulit untuk konsisten dan selalu lolos. Ada hal-hal yang membuat perbedaan, seperti bola yang membentur tiang. Hal-hal inilah yang menentukan di Piala Dunia," jelasnya.
Baca juga: Penyesalan Bruno Fernandes |
(adp/pur)
