Setelah 72 tahun, Swiss akhirnya kembali bisa merasakan ke babak perempatfinal Piala Dunia 2026. Granit Xhaka menilai tim berjulukan Rossocrociati ini berada di generasi yang spesial.
Swiss mengalahkan Kolombia di babak 16 besar lewat adu penalti, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Duel yang berlangsung di Stadion BC Place ini sebelumnya imbang 0-0 sampai 120 menit.
Pencapaian ini menjadi sangat luar biasa untuk sejarah sepakbola Swiss di Piala Dunia. Swiss pernah juga berada di perempatfinal pada Piala Dunia 1954 saat menjadi tuan rumah, namun pesertanya saat itu cuma 16 negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 1954 sampai Piala Dunia 2022, Swiss tidak pernah merasakan babak perempatfinal. Padahal jumlah negara yang tampil paling banyak hanya 32 tim.
Baca juga: Granit Xhaka Terus Mimpi Indah |
Swiss bisa merasakan perempat final lagi saat Piala Dunia 2026 menambah kuota peserta menjadi 48 negara. Keberhasilan yang didapatkan Xhaka Cs ini tentu lebih membanggakan karena harus melewat babak gugur 32 besar dan 16 besar.
"Saya pikir kami memiliki salah satu generasi yang istimewa. Semoga suatu hari nanti kami akan melihat generasi seperti ini lagi, tetapi kami telah lama menunggu kelompok seperti ini," kata Xhaka yang dikutip dari situs resmi FIFA.
"Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, didorong oleh para pemain muda, dan pada saat yang sama kami harus memberi contoh setiap hari dan setiap pertandingan."
"Tentu saja, kami mencoba untuk menyampaikan pengalaman kami, tetapi yang terpenting adalah mentalitas bahwa, bahkan sebagai negara kecil, apa pun mungkin terjadi di level ini, di sepakbola elit. Dari staf pelatih hingga pemain terakhir, kami semua dapat bangga dengan apa yang telah kami capai," gelandang Sunderland itu menegaskan.
(ran/krs)
