Senator Paraguay Celeste Amarilla melontarkan ancaman balik kepada Kylian Mbappe. Dia meminta kapten Timnas Prancis itu tak meremehkan dirinya.
Kontroversi mencuat selepas duel Prancis vs Paraguay di Piala Dunia 2026. Amarilla mengunggah pelecehan rasial kepada Mbappe yang mencetak gol kemenangan Les Bleus atas La Albirroja.
Unggahan rasis Amarilla mendapat respon keras dari Mbappe, Real Madrid, dan pemerintah Prancis. Mbappe bahkan menyebut wanita berusia 61 tahun itu tak layak menjadi senator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," kata Mbappe di X.
Komentar pedas Mbappe dibalas oleh Amarilla. Anggota Partai Liberal Radikal Autentik (PLRA) itu meminta pemain berusia 27 tahun itu untuk tak bermain-main dengan dirinya dan Paraguay.
"Suruh dia membaca surat saya. Saya menuliskan buatnya dalam bahasa Prancis dan Spanyol, itu pun jika dia bisa membaca... Saya memintanya untuk berhati-hati dengan orang Paraguay," kata Amarilla, dilansir dari Marca.
🚨 Celeste Amarilla: "Tell Mbappé to read my open letter, if he knows how to read.
— Madrid Zone (@theMadridZone) July 7, 2026
Tell him DO NOT MESS with Paraguayans, we already put Ronaldinho in JAIL.
Tell him I can file a lawsuit against him for what he said.
I repeat, DON'T underestimate me and don't mess with… pic.twitter.com/Cg8LR6d0Yb
"Jangan macam-macam dengan rakyat Paraguay, Mbappe. Kami sudah pernah mengirim Ronaldinho ke penjara di sini karena kasus korupsi. Dan jangan meremehkan saya," tegasnya.
Ronaldinho memang pernah ditangkap di Paraguay pada Maret 2020 karena kasus penggunaan paspor palsu. Legenda Timnas Brasil itu masuk bui selama 32 hari sebelum dipindahkan jadi tahanan rumah di Asuncion, hingga akhirnya bebas pada Agustus 2020 usai membayar denda Rp 1,34 miliar.
(bay/mrp)
