Kepolisian Atlanta (APD) meningkatkan pengamanan di dalam kota jelang duel semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina. Laga tersebut dinilai berisiko tinggi.
Kedua negara punya sejarah gelap yang berakar dari perang Falkland pada 1982. Lalu sejumlah video bentrokan antara suporter Inggris dan Argentina di Miami (venue laga perempat final Norwegia vs Inggris) akhir pekan lalu juga beredar di internet.
Untuk mencegah situasi serupa atau yang lebih buruk terulang dalam laga yang digelar di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB, APD memutuskan untuk mempertebal lapisan pengamanan. Apalagi fanatisme suporter kedua tim sudah dikenal luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
🚨😳 Tension boiling over between Argentina and England fans last night. The rivalry never truly rests. 🇦🇷🏴 pic.twitter.com/zdcP5SFBM8
— Ultras Clips (@ultras_clips) July 12, 2026
"Seiring persiapan Atlanta menjadi tuan rumah semifinal Piala Dunia dan menyambut peningkatan jumlah penduduk dan pengunjung, APD meningkatkan postur keamanan dan keselamatan publik di seluruh kota," bunyi pernyataan APD kepada The Athletic.
"Personel dan sumber daya tambahan telah dikerahkan dan akan terus ditugaskan secara strategis di dalam dan sekitar tempat acara, distrik hiburan, dan area ramai lainnya untuk membantu memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua orang."
"Langkah-langkah proaktif ini dirancang untuk melindungi masyarakat, mencegah aktivitas kriminal, dan memastikan penduduk dan pengunjung dapat menikmati acara bersejarah ini dengan aman."
Baca juga: Bellingham Zidane-nya Inggris |
Berbeda dengan kebanyakan kompetisi level Eropa atau Amerika Latin, suporter kedua tim yang bertanding di Piala Dunia tak dipisah dan bisa duduk berdampingan. Hal ini lumrah terlihat selama turnamen di tiap laga.
Meski sempat ada kericuhan di Miami, namun secara keseluruhan sikap suporter Inggris selama Piala Dunia di Amerika Serikat tergolong tertib. Kasus pelanggaran hukum justru banyak terjadi di dalam negeri sendiri.
Tercatat lebih dari 500 kasus terjadi di Inggris pada pertandingan melawan Norwegia, 100 di antaranya dilakukan penangkapan. Pertandingan yang digelar pada malam atau dini hari waktu lokal dan konsumsi alkohol turut memicu situasi ini.
"Sebagian besar insiden ini terkait dengan alkohol, dan seiring dengan perpanjangan jam operasional tempat hiburan, kami melihat peningkatan panggilan ke tempat-tempat dengan layar besar yang menarik banyak fan. Perilaku ini sungguh mengecewakan. Di dalam negeri, turnamen ini adalah yang terburuk yang kami lihat dalam jumlah insiden dan penangkapan," ujar Mark Roberts, kepala kepolisian UKFPU yang menangani pengamanan terkait sepak bola di Inggris.
"Jika kita bisa memiliki 40.000 penggemar bersama di Miami tanpa masalah, mengapa penggemar tidak bisa mengikuti perilaku teladan mereka dan melakukan hal yang sama di dalam negeri?"
"Menjelang duel hari Rabu (melawan Argentina), saya mendesak para fan di dalam negeri untuk mengikuti teladan mereka di AS - nikmati pertandingan dan suasananya, keluar dan bersenang-senanglah, tetapi lakukan itu tanpa menimbulkan masalah bagi diri sendiri dan orang lain," tegas Roberts.
(adp/aff)
