Kepala Operasi FIFA: Jual Saham Piala Dunia Proyekan Satu Orang!

Kepala Operasi FIFA: Jual Saham Piala Dunia Proyekan Satu Orang!

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 01 Agu 2026 08:30 WIB
MEXICO CITY, MEXICO - JUNE 11: Fireworks display during the Opening Ceremony ahead of the FIFA World Cup 2026 Group A match between Mexico and South Africa at Mexico City Stadium on June 11, 2026 in Mexico City, Mexico. (Photo by Carl Recine/Getty Im
FIFA diisukan mau jual saham Piala Dunia. (Foto: Getty Images/Carl Recine)
Zurich -

Kepala Operasi FIFA Kevin Lamour mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino soal wacana jual saham Piala Dunia. Dia merasa tertipu dengan rencana tersebut.

Wacana FIFA menjual saham Piala Dunia melalui perusahan FIFA Forward Enterprise (FFE) mendapat reaksi negatif. Berbagai penolakan datang dari insan sepakbola dunia.

UEFA menolak keras wacana tersebut dan mengancam memboikot Piala Dunia. Penolakan juga datang dari CONCACAF dan AFC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro juga menyampaikan keberatan atas wacana penjualan saham Piala Dunia. Dia bahkan mundur dari jabatannya sebagai bentuk kritik kepada FIFA dan Gianni Infantino.

ADVERTISEMENT

Kecaman dari dalam FIFA juga datang melalui Kevin Lamour. Pria yang sudah menjabat Kepala Operasi FIFA sejak 2024 ini menilai Infantino kurang terbuka dalam merencanakan skema investor swasta dalam FFE.

"Ini adalah proyekan satu orang. Proyek ini bukan hanya tidak boleh dilanjutkan... tetapi sekarang saatnya bagi para pemimpin politik sepakbola untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang tepat," kata Lamour, dilansir dari AP News.

'Dan apabila kritik ini berarti saya harus kehilangan pekerjaan, maka biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu, setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini,' ujarnya.

FIFA sudah memberi klarifikasi terkait rencana pendirian FFE. Induk sepakbola tertinggi di dunia itu menegaskan, keuntungan yang didapat bakal diterima oleh setiap negara anggota.

Kini FIFA telah resmi membatalkan rencana tersebut setelah masifnya penolakan dari berbagai konfederasi.



(bay/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads