Presiden FIFA Gianni Infantino Gelar Rapat Darurat!

Presiden FIFA Gianni Infantino Gelar Rapat Darurat!

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 05 Agu 2026 10:40 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penganugerahan tanda kehormatan bintang jasa ke Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11/2023). Gianni mendapat tanda Bintang Jasa Pratama atas jasa-jasanya pada persepakbolaan In
Foto: Grandyos Zafna
Nyon -

Gianni Infantino dilaporkan menggelar rapat darurat. Hal ini dilakukan di tengah desakan agar dirinya mundur dari kursi Presiden FIFA.

Melansir Sky Sports, Infantino kabarnya memanggil semua pejabat senior FIFA. Mereka diminta menghadiri rapat di Maroko, Rabu (5/8) waktu setempat.

Rapat ini digelar di tengah tekanan yang menghimpit Infantino. Pria asal Swiss itu dikecam banyak anggotanya usai sempat mewacanakan menjual saham Piala Dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Infantino sempat menawarkan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE), perusahaan yang akan mengelola aspek komersial turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia. Lewat perusahaan itu, Piala Dunia, ajang terbesar sepakbola, bakal ditawarkan ke pihak swasta dengan melepas sahamnya.

Rencana itu langsung ditolak mentah-mentah banyak anggota FIFA. Penolakan itu juga membuat Gianni Infantino tersudut, sebab mulai mulai kehilangan dukungannya.

ADVERTISEMENT

Aksi boikot itu datang di tengah niat Infantino maju lagi sebagai Presiden FIFA. Ia ingin menjabat periode keempatnya pada 2027 hingga 2031.

Beberapa asosiasi sudah menyatakan penolakannya agar Infantino kembali memimpin FIFA. Tak cuma dari negara anggota, 'orang dalam' FIFA juga sempat menyuarakan kekecewaannya.

Sekjen Mattias Grafstrom menekankan bersyukur proyek FFE tak jadi terlaksana. Sementara Kepala Pengembangan Sepakbola Global FIFA, Arsene Wenger, juga menyindir kepemimpinan saat ini dengan berharap adanya 'komitmen, transparansi, dan integritas' di badan independen seperti FIFA.

Kini konsolidasi tengah dilakukan Gianni Infantino. Upaya itu dinilai sebagai bentuk perlawanan untuk bersaing memperebutkan kursi nomor satu FIFA lagi.



(yna/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads